Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Causa Prima

Bertobat

Nihil Obstat: Andreas Setyawan, SJ Rabu, 25 Januari 2023 Bertobat Kis 22: 3-16, Kis 9: 1-22, Mzm 117: 1-2, Mrk: 15-18 Sobat Katolikana, akhir-akhir ini isu resesi masih menghantui masyarakat di dunia. Butuh bantuan semua pihak agar roda ekonomi terus berputar. Selain berhemat, menurut pakar ekonomi, kita tetap harus membelanjakan uang agar ekonomi tetap jalan.  Sobat Katolikana, imbas dari resesi dihadapi oleh startup yang besar, sehingga terjadi PHK massal. Bagi mereka yang berkeluarga, tentunya ini menambah beban, semakin berat. Jika seorang menteri keuangan keluarga sudah habis kesabarannya, dan sering mengeluh dan bukan menambah penghasilan, jangan-jangan timbul persoalan baru dengan menyalahkan kepala keluarga mengapa tidak mencari pekerjaan baru. Padahal di situasi resesi ini mencari pekerjaan semakin sulit tentunya.  Sobat Katolikana, daripada menyalahkan kepala keluarga yang barusan di-PHK, sudah jatuh ditimpa tangga, menteri keuangan keluarga dapat membantu dengan ber...

University of Life

Nihil Obstat: Andreas Setyawan, SJ Kemarin siang saya sempat adu argumen dengan boss yang tidak mau approve perpanjangan visa orang riset lapangan karena dia harus tinggal lebih lama di luar negeri karena sakit tipus dan covid. Menurutnya itu bukan tanggung jawab proyek ini. Akhirnya saya ingatkan lagi bahwa keberadaan dia di luar negeri sejak awal khusus untuk proyek ini. Tanpa kehadiran dia proyek ini tidak akan jalan, dan saya menawarkan untuk mengusulkan tambahan overhead cost karena perusahaan mesti membayar 20 persen dari nilai expense vendor luar negeri di mana tidak ada tax treaty antara dua negara. Saya juga mengacu pada pasal force major. UUD, ujung2nya duit. Kejadian ini membuat saya ingat pesan pastor retret ketika saya masih belajar di SMP swasta Jakarta, "Ingatlah cuma ada 2 kehendak dalam hidupmu, kehendakmu manusia dan kehendak Tuhan." Di situasi pandemi ini sekeliling saya sudah beberapa orang positif covid dan kantor semakin sepi dan tentunya mereka yang sed...

In God's Owned Decision?

Untuk aku dan kamu yang aku pedulikan: Jika bersama kita bayangkan nanti pada saat Malam Paskah, bersama kita memperbarui baptisan kita, beranikah kita berkata 'ya saya sanggup' seperti tahun-tahun kemarin?..  Kalau kita ingat lagi kapan kita dibaptis, terutama bagi mereka yang masih bayi, mungkin akan bilang, "yah, saya jadi Katholik karena kebetulan lahir di keluarga Katholik..." Lalu apakah kita akan bilang pilihan iman kita bukanlah pilihan secara sadar? "Apakah aku sungguh Katholik?"  "Apakah karena kelemahan aku boleh berkilah aku hanya sungguh manusia?" Do we really find our God in all things? Dalam kamu dan dalam aku juga? Dalam hidup aku dan hidup kamu juga? Dalam pilihan kamu sendiri juga? Dalam pilihan aku sendiri juga? In God's owned decision? Pondok Petir, 3 Juli 2020

Kabar Baik

Nihil Obstat: A. Setyawan, SJ "No News is a Good News," seorang teman berkilah ketika saya protes, "Kok,  jarang kelihatan? Nggak kasih kabar, nih?" Saya bertemu lagi dengannya tanpa  sengaja.  Ketidakpedulian. Atau ia tidak menyadari sepenuhnya bahwa keberadaannya di  tengah teman-temannya punya arti. Ketika saya tanya, "Ada cerita apa?" Dia  hanya senyum. Mungkin dia sedang menghadapi masalah yang tidak ingin ia  bagikan pada kami. Pada akhirnya nanti ia akan cerita pada kami, satu geng  homogen perempuan.   Cerita yang disampaikan seorang pada yang lain seringkali disertai agenda  tertentu. Atau, sebaliknya seperti teman saya itu, sumber berita tidak ingin  melibatkan calon pendengarnya, dia memilih berkata "No News is Good News."  Cerita yang menarik yang menjadi bacaan liturgi hari ini adalah keengganan  orang untuk menceritakan kebenaran pada sekitarnya. Hal ini ditunjukkan  dengan sikap mau menerima se...

Setia

Kata RA Kartini "Setia membutuhkan pengorbanan yang besar, bahkan lebih dalam dari cinta."  Saya setuju kalau semboyan itu diterapkan bukan pada orang yang tidak setia. Karena saya sempat heran, untuk apa setia pada orang yang tidak setia? Harusnya, jika Yesus memilih setia pada kondisi tertentu saja, Yudas Iskariot sudah diusir seperti di sinetron. Yesus tahu yang akan terjadi, hal yang pahit bagi-Nya di masa depan, tapi tetap setia pada proses. Di kelas pendidikan formal atau di sanggar musik, tari atau bahasa yang pernah saya ikuti, tidak jarang guru kami jadi cerewet mengingatkan berkali-kali kalau ada yg salah lebih dari sekali. Sebagai murid yang setia, kita akan terus mendengarkan, sebagai guru yang setia ia akan sabar menegur. Marilah kita tetap setia seperti antara guru dan murid, terhadap sesama kita dan Tuhan. Yes. 50:4-9a ;  Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34 ; Mat. 26:14-25 .  BcO  Yer. 15:10-21 Nihil Obstaat: A. Setyawan, S...

Pengorbanan

Tentu kita pernah menginginkan membeli barang yang pernah kita suka. Meskipun harganya mahal, tidak mungkin langsung membeli dengan gaji sebulan. Karena sudah lama menginginkannya, kita pun mulai menabung agar suatu hari dapat membeli barang itu. Kalau tiap bulan mungkin sedikit uang yang tersisa untuk ditabung, ketika berniat untuk membeli barang impian, kita cukup rela untuk menahan diri agar dalam sebulan tidak membeli barang sebanyak yg kita suka. Sing digawe sing dinggo. Ada pepatah Jawa bilang begitu. Apa yang dikerjakan akan berdampak pada diri kita juga. Nilai suatu hal tergantung berapa besar pengorbanan kita untuk memperolehnya. Yesus mengingatkan muridnya untuk tidak sekedar menyebarkan retorika (muridnya menyangkal ttg diri-Nya 3 kali). Ada istilah I walk my talk. Apa yang gue omongin itu yang gue jalanin. Jadi Yesus mengajak kita untuk menghindari NATO no action talk only. Yg membuat kita berubah lebih baik itu bukan sekedar baca KS tiap hari, tapi implementasinya. ...

Anugerah Rambutan di Pondok Petir

Nephelium lappaceum nama lengkap buah-buahan ini. Alias rambutan. Anugrah Tuhan yang baik buat saya dan suami ketika membeli tanah di Pondok Petir dan mendapat bonus pohon rambutan ini yang sudah tumbuh besar dan lebat.  Ketika musin rambutan tiba, tidak jarang Pak RT, pemilik tanah sebelumnya memberi tahu kami lewat SMS bahwa buahnya sudah merah-merah dan kami mempersilahkan beliau memetiknya ketika kami tidak dapat datang. Sekarang, ketika kami sudah tinggal di sana, tidak lupa kami membagikan buah-buah rambutan yang sangat banyak, kerap tidak terjangkau kalau tidak dipanjat karena tingginya sudah mencapai 5 (lima) meter. Untung tukang kebun kami yang baik hati mau membantu mengambilkan buah-buahnya berbekal sarung dan tali tambang.Sebenarnya kami mempersilakan Pak Minin, begitu namanya, untuk mengambil saja rambutan yang merah-merah ketika kami tidak ada di rumah, agar tidak lekas dimakan codot. Tetapi beliau bersikeras hanya mau membantu mengambilkan ketika kami ada di rum...

Mau Pindah Agama?

Pengalaman seseorang membentuk seseorang…. Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2015. :) Seorang teman memuat artikel harian online di timeline media sosial. Uniknya, selain karena ini cerita tentang proses seorang yang berpindah agama, artikel ini juga menyebut lokasi tempat ibadah di mana saya bertumbuh di bilangan Jakarta. Lucunya, sebut saja si A, seorang tokoh yang pindah agama ini menyebutkan faktor eksternal melulu sebagai   faktor penyebab dia pindah agama. Saya tidak ingat apakah saya pernah kenal Mas A ini, atau minimal dia adalah seorang pasifis bukannya aktifis. Berbeda dengan pengalaman 3 (tiga) teman sebelumnya di artikel Convert di blog saya ini , mereka berpindah agama semata karena mimpi dan panggilan hati yang sebenarnya sulit untuk dideskripsikan (bagi saya bukan mimpinya sebenarnya tetapi panggilan Ilahi yang misterius membuat saya lebih percaya bahwa proses pengalaman batiniah itu terjadi dibandingkan dengan alasan praktis lainnya seperti kare...

The Depth of Love

I am not a kind of woman who daily put on make up. :) But if there is special occasion that needs me to dress up, i will do it without hesitation. And it is best moment when others tell that you are beautiful, right? :) Every woman needs that statement. And don't forget to tell the same to other woman, politely, sincerely. I ask to my self why troubles mostly come to beautiful woman or handsome man? My above statement probably is the answer. But if we keep the memory of this, we can't start friendship with our opponent-gender-mate, because of our prejudice, "probably he or she is falling in love with me or wants me". Open our mind as a child, even though it is difficult, to start new friendship. One lesson I got is... don't being proud or happy if a guy say he loves you because you are beautiful. It is the indication of being fake. Because the most qualified value in your self is your soul, your personality. He likes your physic not your soul. It is temporar...

TAU

TAU seperti 3 huruf belakang motor Djangkriek. Tau berarti bebas. Tau berarti selamat dari kebinasaan. Saya senang memakai kalung itu segera setelah tahu artinya. Saya bersyukur karena saya bisa dalam kepahitan, termasuk minum jamu ;) Bagaimana pun filosofis itu dalam diri seorang Katholik membuat saya tidak ragu-ragu lagi melihat dan menerima apa yang menjadi salib saya. Ya memang harus begitu. Hidup itu tidak bisa memilih senangnya saja. Saya ingat ketika kanonik atau ujian sebelum pasangan Katholik menikah, pastor tanya, apakah kamu yakin akan bahagia? Saya jadi kuatir bahwa pastor melihat wajah saya sedih terus. Tapi karena memang dari dulu wajah saya begini, sendu (bukan senang duit) saya bilang pada pastor itu, "Bahagia itu jangka panjang, Romo. Dalam perjalanannya ada senang dan sedih." Sekarang saya lihat jalan itu masih panjang. Saya pasti bisa melaluinya.

The Convert

Convert. .. bukan berarti mengubah bentuk file soft copy ke bentuk software berbeda yang berbeda. :) Tapi mirip-mirip sih ya. Kali ini yang saya maksud lebih dalam nilainya. Soal keyakinan, pegangan hidup, iman, agama dan lain-lain, jika ada di antara pembaca yang punya istilah sendiri. Suatu kali saya tanya pada seorang pastor, "Mo, pegangan hidup orang atheis itu apa ya?" Email saya tidak dijawab. Lalu email saya kirim kembali dan saya terima jawaban yang setengah marah-marah. "Orang atheis itu ya tidak punya pegangan hidup tho Nge . Nggak punya iman, harapan dan cinta. Kalau ada orang atheis yang merasa pegangan hidup dan tidak merasa kosong, mungkin sebenarnya dia tidak atheis. " Oke, tapi saya kadang merasa empty . Apakah sebenarnya saya sedang meniadakan Tuhan? Ada beberapa peristiwa yang kalau dicarikan hubungan kausalnya, sampai saat ini belum dapat saya temukan. Mereka adalah 3 orang yang hadir dalam hidup saya. Tidak ada yang kebetulan dalam ...

Kawin Campur

" Hah? Kawin Campur? Kan' artinya sama saja? Maksudnya apa toh ?" Istilah ini muncul di kalangan umat Katholik untuk menggagas realita banyaknya kaum muda yang berpacaran dengan yang berbeda agama. Yang saya ingat cukup marak di tahun 1980-an, tepatnya di majalah kalangan Katholik. Oke, memang Tuhan menyiapkan seorang yang sepadan bagi tiap orang lainnya, tapi Tuhan tidak menyebutkan harus yang seagama kan? :) Karena itu artinya meniadakan saya dong hehehhe.... Bapak saya muslim dan Ibu saya Katholik. Jodoh itu bukan berarti harus seagama ;) Dan bukan berarti tidak ada kisah sedih di baliknya. Tentu saya cukup melihat dengan iri kalau melihat teman sekeluarga ke Gereja bersama. Seperti saya 'kasihan' dengan Bapak dan adik yang sholat sendirian. Meski toh sembahyang adalah hubungan komunikasi pribadi dengan Tuhan, tapi kalau pergi bareng itu, mungkin, rasanya lain. Pikiran nakal masa kanak-kanak timbul untuk menepis kesedihan itu: yang penting dapat dobel par...

Dari Tanah Rawamangun Menuju Pondok Petir

Ini saya tulis untuk suami tercinta, Djangkriek. Perjalanan panjang bangsa kesayangan Tuhan kabarnya sampai 40 tahun sampai ke tanah yang dijanjikan Tuhan, tanah Kanaan. Mereka harus pergi karena diusir dari tanah orang, tanah Mesir. Seperti Djangkriek, setelah diusir dari rumah yang telah ditinggali sejak kecil dan setelah kedua orang tuanya meninggal, saatnya ia mendekati impiannya. Betapa bangganya bisa membantunya dalam proses ini. Menepis populernya jualan KPR BTN, Djangkriek bersikeras mengumpulkan uang untuk membangun sebuah rumah. Buat saya, ini juga sebuah hadiah untuk kedua orang tua Djangkriek. Bagaimanapun yang penting bukan harga sebuah rumah, tetapi fungsi rumah, arti rumah, ketika kita mengusahakannya dan sejarah apa yang ada di baliknya. Seorang kerabat bilang: "Yang penting Home bukan House." Saya sangat setuju, ini suatu bentuknya. "Demi cita-cita keluarga kita", kata Djangkriek. Demi cinta, menurut saya menambahkan. Tindakan lebih keras dari...

Yehuvah-Jireh!

Tuhan menyediakan segala sesuatunya. Baru-baru ini untuk acara kebaktian rohani anak muda dengan tema pernikahan, seorang teman membutuhkan 400 pasang sumpit. Seorang kolega menawarkan sumpit sisa souvenirnya saat nikah. Karena teman saya berasumsi tidak akan sampai sejumlah yang diperlukan ia menampiknya. Mengharap air hujan air di ember ditumpahkan. Ternyata setelah dihitung jumlah sumpit sisa souvenir itu berjumlah 400 pasang. Pas dengan yang dibutuhkan. Tetapi kondisinya teman saya itu sudah terlanjur beli. Tuhan memang menyediakan segala sesuatunya: Jehuvah-Jireh!

Air Mata Cut Tari

On July 13, 2010, in Hot Topic , by Felicia Sidharta by: Redi Tidak mudah bagi tiap orang untuk mau mengakui kesalahan dan meminta maaf di depan publik. Tapi bukan tidak mungkin. Ada beberapa artis yang sudah membuktikannya. Entah terpaksa dilakukan karena tekanan sosial atau memang dari lubuk hati yang dalam, hanya orang bersangkutan yang tahu. Di dalam masyarakat yang kental dengan budaya Timur, apalagi, ruang privat dan ruang publik sekatnya menjadi tipis, terutama jika seseorang itu terkenal. Organisasi yang bersikap sebagai polisi moral pun tumbuh dan menunjukkan keberpihakan moral meski pelaksanaannya kadang bersikap anarkis. Salah satu perumpamaan favorit saya dalam Perjanjian Baru adalah ketika Yesus mengundang orang yang merasa tidak pernah berdosa untuk melempari wanita asusila di masa itu. Siapakah manusia yang tidak pernah berdosa? Bahkan Ye...

Cinta Tuhan adalah Mukjizat dalam Hidupku

On July 9, 2010, in Sharing , Testimonials , by Felicia Sidharta Seperti yang diceritakan Antonius kepada Redi. - Ini adalah sepenggal kisah dalam hidupku yang mengajarkan aku betapa berartinya sebuah kehidupan dalam hidupku. Tahun 2006 tepatnya awal Mei aku menginjakkan kaki di ibu kota, berharap dari kampung mendapat kehidupan yang lebih baik. Ah, ternyata tidak seperti yang aku bayangkan. Sambutan Ibu Kota tidak ramah. Uang yang aku bawa dari kampung tidak cukup untuk menyewa tempat tinggal. Bahkan untuk makan dua hari pun tidak cukup. Aku bingung dan tak tahu apa yang harus aku lakukan. Sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang teman yang mengajak aku mengamen. Akhirnya aku pun berbaur dengan kehidupan jalanan dan sejenak melupakan mimpiku karena aku memang sudah hanyut dalam keputusasaan. Tahun 2007 akhirnya aku mendapatkan sebuah pekerjaan. Be...

Never Ending Love of God

On July 5, 2010, in General , Sharing , by Felicia Sidharta by: Redi 1 Corinthians 13:8 “Love never fails…” Cinta itu apa sih? Masih banyak karya seni dan sastra yang sampai sekarang masih berusaha mengungkap makna cinta. Jika cinta antara sesama manusia saja seperti laut, begitu luas untuk dapat digali pemahamannya, bagaimana dengan cinta Tuhan kepada ciptaanNya? Jaman dulu, kuasa yang lebih besar yang sudah disadari oleh manusia yang primitif diwujudkan dan diungkapkan dengan bentuk animisme (roh) dan dinamisme (benda) yang diyakini mempunyai kekuatan lebih besar yang dapat menolong kesulitan manusia di dunia. Semakin beradab dan modern, manusia beragama dan menyembah monotheis. Kehendak Tuhan yang lebih besar yang melingkupi hidup manusia. Kalau kita melihat memori kisah sengsara Tuhan Yesus menuju Golgota, Dia terjatuh beberapa kali, dia tetap me...

Ada Apa Sih?

2010/6/11 rediningrum setyarini Pax Christe, Terima kasih Mas Budi dan Romo, atas blast email yang setia. Sebenarnya saya ini naif dan sebagai murid tidak cukup mampu berpikir mandiri. Kalau saya menelusuri kerangka tulisan ini dan mengandai-andai apa yang terjadi di masa mukjizat luar biasa perjanjian baru itu, mungkin saya ada di posisi orang yang tidak mampu melihat tanda-tanda, karena masih larut dengan kesedihan akan unhappy ending story...:D. Kalau yang baik harus menang dan yang jahat harus kalah, kapan kasus KPK, Century akan menunjukkannya suatu saat nanti dan nggak berlarut-larut sampai sekarang? Sementara banyak penonton yang menunggu-nunggu kelanjutan kisahnya dan beberapa lainnya sibuk berkomentar. Kalau saya pribadi memilih untuk berusaha tetap jejeg, tidak tergiring pemikirannya ke sana ke mari, dengan meyakini apa yang akurat saja...kasat mata, meskipun bukan untuk skala menilai mana yang benar salah dan kalah menang. Kalau dulu pemimpin tirani itu sebenarnya p...

Apakah Pemiskinan dan Pembodohan itu Dosa?

Re: [edisi] eSR 6 Tuesday, June 15, 2010 1:09 AM From:"rediningrum setyarini" To:....@googlegroups.com Dear Mo JawsJ and friends, Mmmm.. Untungnya tidak ada ayat KS yang disangkut pautkan. Terus terang, saya sudah lama tidak bicara soal dosa ini dan itu... atau menunjuk orang lain itu berdosa... Bicara soal salah benar yang urusan manusia saja saya masih tergagap-gagap, karena mungkin mislead, ada yang lupa, dsb...Apakah ini relevan dengan pertanyaan di bawah? Tapi ketika bicara soal dosa, saya suka sekali bilang bahwa dosa itu urusan masing-masing secara pribadi antara manusia dengan Tuhannya. Bisa jadi ini jawaban kamuflase bahwa orang sebenarnya tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Tetapi tentunya kalau urusannya sekedar masing-masing, Yesus tidak perlu susah-susah datang ke dunia menemui banyak orang dan mensosialisasikan cinta kasih. Cukup Dia datang pada mereka yang concern dengan hubungan pribadi dengan Tuhannya. Mungkin mereka itu juga tidak cukup suci atau tidak juga sel...