Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Andragogi

Tantangan Menulis Bersama Prisca dan Moemoe

Menulis dan ditantang menulis itu jauh berbeda. Terbukti ketika saya datang di social event of Gagas Media ini. Gimana ceritanya? Sudah lama saya follow Gagas Media di Facebook dan Twitter dan tweet/ statusnya cukup aktif. Nggak sengaja suatu hari mata melirik ke status di timeline, ada Tantangan Menulis Moemoe dan Prisca hari Sabtu 6 September 2014 di The KiosK, Baltos, Bandung. Iseng-iseng saya ikutan dan nggak sengaja terpilih. Berhubung belum ada acara, tantangan itu saya jawab dengan antusias. :) Datang ke acara Tantangan Menulis Gagas Media juga menambah teman-teman baru yang menarik karena berbagai latar belakang termasuk kenal dengan Bintang Tamu-nya. Dari Moemoe kami mendapat tips menarik tentang strategi menulis yang baik. Ternyata menulis dengan batasan itu tidak mudah ya. Ketika harus menulis dengan kata kunci Raja, Obeng dan Ping Pong itu membuat saya lama berpikir tentang korelasinya, malah lama ngetiknya dan nggak bisa memenuhi deadline. Lagi-lagi dari Moem...

We are Just a Number? Create a Number!

Dear Friends, How are you? Hoping so much that you are well. When I write this I am feeling sad. Because one of my beloved friend block me in social media. But it is okay. I always believe that the real friendship can only happen in real life not the virtual one. :) However, please kindly review my previous post of Happynomics and Masa Depan Yang Banyak Pilihan posts. This article, this time is about our turbulence as employee and to ease weary we must have a lot of back-up plan, which now every young man try hard to start his own business to get economics independence. I am sad of separation, one of my close friend must accept working termination per one day notice. So harmful. It is violent. But as I write before as employee we are just a number. When we are working as payee, we are calculated as cost too. It is realistic, too. Hmmmpphhh... I walk my talk with starting my own business per inch. Even though other know me as job traveler, this time I want to work as profess...

Shared Leadership

...atau participatory leadership ... Kepemimpinan dengan mengandalkan kemampuan dari semua anggotanya tanpa kecuali untuk membagikan kemampuannya untuk kepentingan bersama. Saya belum tahu pastinya apa sebutan dalam bahasa Inggris tentang Kepemimpinan Partisipatif, yang saya tahu hanyalah team work. Suatu kali saya pernah membuat suatu modul pelatihan, yang amat sangat sederhana sekali. Modul yang saya buat itu bertujuan agar pesertanya kemudian memahami apa arti dari kepemimpinan partisipatif, lalu mampu menerapkannya. Alatnya hanyalah sebuah puzzle. Tiap orang dalam kelompok memiliki jumlah keping yang sama. Lalu tiap orang punya kewajiban untuk bersama teman yang lain membuat gambaran dari keseluruhan puzzle itu dengan lengkap dengan aturan bahwa mereka hanya boleh meletakkan atau memberi keping puzzle kepada temannya. Ide2 baru menanti saat evaluasi dan refleksi.

Trust Fall

Mengajari Bapak berjalan dengan kuat dan normal, pulihnya beliau dari sakit, kami harus bersabar, dan kami mencoba cara yang baik dan benar. Tiba-tiba saya ingat suatu games dalam program outbound: Trust Fall , ketika Bapak harus menjatuhkan badan dari duduk ke posisi tidur.... Trust Fall , dalam menjatuhkan diri kita harus mempercayai orang lain yang akan menopang berat badan kita, sehingga badan kita tidak remuk jatuh di tanah. Dengan membiarkan diri kita ditopang sebagian oleh orang lain, sakit saat jatuh berkurang.

Tuntutan Menjadi Kritis dan Kreatif

"Berawal dari lolosnya satu sperma yang menembus sel telur membentuk zigot , begitu uniknya maha cipta seorang anak manusia dimulai" begitu kata fasilitator yang membawakan materi motivasi bagi para sukarelawan-sukarelawati yang pernah saya ikuti. Bapak tua yang energik itu mau menyampaikan betapa luar biasanya tiap individu yang tengah jadi audience -nya pada waktu itu. Seperti kata Victor Frankle ,"Setiap pribadi adalah unik, dan unik pula kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengemban tugas dan kewajibannya" Tapi tidak semua orang memanfaatkan keunikan dirinya (karena tidak pernah dicitrakan seperti itu). Mereka melakukan hal yang biasa-biasa, bekerja karena kebiasaan dan berprestasi yang biasa aja. Namun kita menggemari pertunjukkan, mengagumi pemain sirkus yang berjalan di atas tali, biduanita yang menyanyi 3 oktaf, memberikan apresiasi yang luar biasa pada orang luar biasa. Sadarilah, ada 70% orang dari kita adalah penonton, 20% orang yang terheran-heran,...

Andragogi bukan Anda Grogi

Banyak orang tertarik akan teori bagaimana memimpin orang lain.Tapi untuk praktek memimpin diri sendiri? Salah satu kebebasan manusia yang paling tidak bisa dibatasi oleh manusia lainnya adalah berpikir. Seorang pesuruh pun masih bisa memimpin dirinya sendiri, (sedikitnya untuk memilih apakah dia mau membuat kopi dengan sendok kecil atau besar) meskipun dia tidak punya kuasa apa2 lagi atas orang lain di tempat kerjanya. Beberapa waktu lalu saya observe kegiatan outbound untuk mahasiswa. Apa adanya, dengan kritis mereka menanggapi setiap dinamika kelompok yang ada. Dengan jujur mereka tampil apa adanya. Sebagai orang yang sudah dewasa mereka belajar mandiri (andragogi) menemukan hal-hal yang baru dari proses belajar bersama-sama: bekerja sama, lalu berefleksi, evaluasi lalu sepakat untuk memperbaiki. Kadang Trial and Error, kadang mengulangi cara yang sama. Ada banyak cara untuk mengatasi persoalan, baik dalam kerja tim mau pun untuk diri sendiri... Tapi ilustrasi how to behave dalam t...