Sebagai salah satu penganut zero defect , kalau merepotkan orang banyak dengan membuat kesalahan dengan fatal dan berbekas, tentunya saya harus menghukum diri sendiri. Meskipun superior tidak memberikan punishment yang cukup berarti. It's ok, it's my responsibility. Salah satu cara membangun mentalitas yang sehat adalah berani bertanggung jawab ketika membuat kesalahan, dan bukan melemparkannya (seperti seseorang itu ...ehm). Saya harus berpikir keras bagaimana mengatasi keteledoran yang sering lahir dari tangan saya? mungkin karena beberapa hal berikut ini: Tidak berpikir dengan tuntas. Saya tidak mampu memaparkannya, tapi kurang lebih seperti itu. Saya harus lebih keras memanggil ide2. Terlalu berorientasi pada kecepatan menyelesaikan tugas Kurang kritis, atau cerewet mencari kemungkinan kesalahan Terlalu emosional (itu sebabnya seseorang masih mencap saya labil, kan) Terlalu yakin pasti benar atau yakin bahwa cara yang saya lakukan pasti berguna bagi orang lain. T...
We are on a journey but sometimes seem to have lost our way and we need a bridge. To have fragile or strong bridge depending on the man effort to maintain it. Not patronizing. Not a personal indulgence. Not disrupt the private and the public. Take the universal values that can be owned.