Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kelemahan

I Screw Up Everything

Sebagai salah satu penganut zero defect , kalau merepotkan orang banyak dengan membuat kesalahan dengan fatal dan berbekas, tentunya saya harus menghukum diri sendiri. Meskipun superior tidak memberikan punishment yang cukup berarti. It's ok, it's my responsibility. Salah satu cara membangun mentalitas yang sehat adalah berani bertanggung jawab ketika membuat kesalahan, dan bukan melemparkannya (seperti seseorang itu ...ehm). Saya harus berpikir keras bagaimana mengatasi keteledoran yang sering lahir dari tangan saya? mungkin karena beberapa hal berikut ini: Tidak berpikir dengan tuntas. Saya tidak mampu memaparkannya, tapi kurang lebih seperti itu. Saya harus lebih keras memanggil ide2. Terlalu berorientasi pada kecepatan menyelesaikan tugas Kurang kritis, atau cerewet mencari kemungkinan kesalahan Terlalu emosional (itu sebabnya seseorang masih mencap saya labil, kan) Terlalu yakin pasti benar atau yakin bahwa cara yang saya lakukan pasti berguna bagi orang lain. T...

Idol-Masokhis

Kata Erick Fromm , ada relasi cinta di mana ada superior dan inferior . Si Inferior biasa disebur Masokhis... Lalu saya pikir, saya ini seorang idol-masokhis :), mencari lebih dulu hal yang dapat dikagumi dalam diri seseorang. Seperti kata Ibu Ratih Andjayani Ibrahim , psikolog , kondisi ketidakberdayaan itu kadang diciptakan oleh pihak yang lemah itu sendiri. Karena kurang beraninya ia bertindak atau melawan atau mengatasi keadaan atau berbuat maksimal. Mmm, efek positif atau negatif hubungan cinta apa pun tergantung orang itu sendiri, apa yang dicari. Tapi suatu saat, seorang masokhis harus menyelamatkan dirinya untuk hidup semakin realistis, bukannya mengawang-awang.

Benarkah Kulit Putih punya Nilai Lebih?

Mungkin ga cuma pria, wanita pun suka melihat yang indah atau cantik, mungkin karena terlebih kami ini makhluk estetika :P. Dengan nilai estetika yang saya punya, saya masih belum bisa menyimpulkan apakah ukuran yang saya pakai selama ini adalah keaslian pikiran saya ataukah karena hasil hipnotis indsutri kecantikan. Saat saya sampai di halte bis menuju Blok M, seorang ce' cantik sedang diapit duduk oleh dua pria. Kalau boleh langsung beri penilaian pembedaan kelas, yang dua orang di kiri kanan pastinya hanyalah dua orang masokis-beautiful ladies ... Dan dugaan saya terbukti karena sang ce' tidak menoleh sedikit pun kepada mas2 jaket hitam itu, meski dia dipandangi lekat-lekat. Dia putih, rambutnya sebahu, bibirnya merah, dan manies tentunya... Rupanya kami sama2 menunggu bus yang jumlahnya hanya satu dua itu. Hanya beda tujuan. Sempat Oprah Show menampilkan film dokumenter yang dibuat seorang remaja AS: kenyataan bahwa kebanyakan orang , baik yang berkulit putih dan hit...