Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Animisme

Bekerja Keras sampai Tua

Hujan deras, kali ini yang super deras, mengguyur Jakarta lagi. Saat berdiam diri di dalam Kopaja 66 menuju pulang ke rumah orang tua kawasan Kebayoran Baru tiba-tiba masuk seorang Bapak tukang asongan ke dalam Kopaja tempatku menumpang. Dia tersenyum ke arahku dan aku menunjuk ke sebuah kursi kosong, tidak diduduki karena di atasnya atap Kopaja meneteskan bocoran air hujan. Bapak itu hanya tersenyum saja, tidak mau duduk di situ. Mungkin karena dia tidak berniat membayar kepada kenek meski hanya Rp 4,000  saja. 'Cuma', menurutku tapi mungkin jumlah rupiah itu terhitung banyak untuk si Bapak. Setelah aku asyik dengan MP-player, mengubah channel lagu yang aku suka, aku toleh ke belakang, Bapak itu sudah tidak ada, lenyap disapu hujan deras di luar sana. Tidak lama aku juga merasakan derasnya hujan di luar Kopaja karena Bapak sopir memaksa kami para penumpang pindah ke Kopaja lainnya ketika jarak untuk sampai Blok M, depan Pasaraya tinggal 3 KM lagi. Mungkin bagi Bapak sopir, ka...

A. Setyawan, SJ: "Nggak Narsis-lah"

Patah tumbuh hilang berganti. Ada Pastor yang Rest In Peace, ada Pastor yang baru ditahbis. Saya butuh keberanian membawa profil satu ini masuk dalam Buletin kita. Pertama, karena jarak: Jakarta-Yogyakarta. Kedua, kesenjangan pendidikan. Ketiga, karena saya ini teman sepermainan waktu kecil= bagian seperseribu dari jalan hidup beliau mulai mengalami jadi umat lalu jadi Romo. Keempat, kesibukannya- ha..ha..bikin ciut nyali saya. Begitu wawancara via surat elektronik ini: final, saya tepati janji pada pemred. Mudah-mudahan bermanfaat bagi semuanya..Dan ada lagi yang mau jadi Romo =). Begitu dilahirkan di Klaten, 30 November 1972 ia sempat pindah-pindah tempat tinggal waktu kecil. Pengalaman masa kecil -mendapat banyak hadiah karena sering menjawab kuis dari Romo Wolf dengan cepat dan benar) menjadi tanda dan anugrah panggilannya sebagai Pastor. Putra kedua Bapak Benediktus Harsowardoyo dan Ibu M. Sri Handayani ini (dulu warga Wilayah I, sekarang warga paroki Bintaro) sudah memilih jalan ...

Karl Theodor Wolf, SJ: Salam Sejuk dari Muntilan

„Inge yang baik, Bersama ini saya mengirim artikel yang diinginkan. Untunglah, selesai sebelum makan siang! Tadi pagi saya kunjungi TK Katolik untuk sebuah Ibadat Sabda Sederhana dan main sulap. Hampir saya tidak diberi kesempatan pulang untuk mengerjakan tugas saya yang sudah dijanjikan. Nah, inilah dia. Salam sejuk Muntilan, dari P. Wolf SJ“ Tulisan ini saya kutip dari ketikan tangan Romo Wolf via email. Menjawab permintaan saya, beliau termasuk sangat helpful . Seperti beliau bilang, “salam sejuk dari Muntilan”, sejuk juga membaca tutur tulisannya mengenai kedekatannya pada anak-anak yang membuat beliau pun bisa menularkan 'virus panggilan' -nya. “Nama lengkap saya Karl Theodor, lahir di Laudenbach, Jerman Barat, tertanggal 4 Januari 1945. Nama Ayah dan Ibu adalah Josef dan Josefine Wolf. Lama bermukim di Indonesia, saya memilih berganti nama Adi Nugroho. Hobi saya main sepak bola. Selain itu juga senang berenang dan main musik. Warna kesukaan saya biru azur…lagu favourite ...