Hujan deras, kali ini yang super deras, mengguyur Jakarta lagi. Saat berdiam diri di dalam Kopaja 66 menuju pulang ke rumah orang tua kawasan Kebayoran Baru tiba-tiba masuk seorang Bapak tukang asongan ke dalam Kopaja tempatku menumpang. Dia tersenyum ke arahku dan aku menunjuk ke sebuah kursi kosong, tidak diduduki karena di atasnya atap Kopaja meneteskan bocoran air hujan. Bapak itu hanya tersenyum saja, tidak mau duduk di situ. Mungkin karena dia tidak berniat membayar kepada kenek meski hanya Rp 4,000 saja. 'Cuma', menurutku tapi mungkin jumlah rupiah itu terhitung banyak untuk si Bapak. Setelah aku asyik dengan MP-player, mengubah channel lagu yang aku suka, aku toleh ke belakang, Bapak itu sudah tidak ada, lenyap disapu hujan deras di luar sana. Tidak lama aku juga merasakan derasnya hujan di luar Kopaja karena Bapak sopir memaksa kami para penumpang pindah ke Kopaja lainnya ketika jarak untuk sampai Blok M, depan Pasaraya tinggal 3 KM lagi. Mungkin bagi Bapak sopir, ka...
We are on a journey but sometimes seem to have lost our way and we need a bridge. To have fragile or strong bridge depending on the man effort to maintain it. Not patronizing. Not a personal indulgence. Not disrupt the private and the public. Take the universal values that can be owned.