Langsung ke konten utama

Postingan

Functional Gift

Akhirnya setelah mencari-cari kesempatan, saya berhasil memakai functional gift yang pernah diberikan ketiga boss saya sebagai hadiah Tahun Baru 2014, di awal January 2014: Starbucks Membership Card dengan saldo yang lumayan. Setelah registrasi online dan mengintip beberapa menunya, saya memilih Caramel Frappuchino blended Coffee and whipped cream. Setelah mendapatkan segelas es kopi ini saya segera menuju ke salah satu sudut store. Iseng-iseng saya amati aktivitas pengunjung di Starbucks. Ada yang sibuk dengan gadget dan ada juga yang asyik ngobrol. Seorang teman yang saya ajak untuk ikut menghabiskan isi saldo belum datang sehingga buku yang baru saya beli "Hidup Sederhana" oleh Desi Anwar menemani saya sementara.   Sebelumnya saya berniat untuk menggunakan kartu ini ketika saya bekerja mengejar dead-line transkrip atau terjemahan. Tetapi rupanya kesempatan itu baru datang di masa tenang, ketika saya bisa menikmati waktu, having me-time... sambil menunggu te...

Monkey : Very impatient and hyper!!!

Ini hasil iseng yang lain, ikutan kuis yang hasil akhirnya adalah prediksi kepribadian kita yang dimiripkan dengan kepribadian binatang.. heh..? Namanya juga generalisasi, sangat tidak benar kalau dibilang saya orangnya tidak sabaran dan materialistis... :)  Tetapi sekali lagi, setiap orang bebas menilai. Jadi ini dia tata urutannya seperti kepribadian monyet :( You want things to be done as quick as possible. At heart, you are quite simple and love if you are the center of attraction. That way, you people are unique. You would like to keep yourself safe from all the angles. Shall your name be dragged or featured in any sort of a controversy, you then go all panicky. Therefore, you take your precautions from the very beginning. When you foresee anything wrong, your sixth sense is what saves you from falling in traps. Quite a money minded bunch you people are!!

Obeng Raja Pingpong

Tulisan di bawah ini adalah hasil ketikan saya saat mengikuti lomba "Tantangan Menulis bersama Prisca dan Moemoe".. seperti scrap paper, sayang untuk dibuang, siapa tau bacaan ini bisa membuat kita senyum-senyum dikit. Kalau agak aneh, harap maklum karena baru kali ini saya menulis kreatif dengan batasan 3 kata kunci Obeng Raja Pingpong dan deadline selama 30 menit. :) Pada akhirnya tidak mencapai 500 kata juga. :) Selamat membaca. “Selamat pagi,” aku senyum semanis mungkin di depan beberapa orang yang masih mengantri mandi. “Buru-buru amat, Ping,”   tetangga kos baru tersenyum simpul membalas senyumku. “Iya, nih ada dosen baru di kampus, ga sabar pengen lihat bagaimana orangnya.” Srrrrt…. Srrrt.. Vannilla Body Mist pindah ke badanku. Segar.   Diiin… Diiin… Suara klakson mobil terdengar di depan kos. Aku setengah berlari mengambil tas dan menghampiri   Dino yang sedang melongok di jendela mobil. “Tumben, lu, udah siap,” Dino nyengir. Segera aku mendara...

Tantangan Menulis Bersama Prisca dan Moemoe

Menulis dan ditantang menulis itu jauh berbeda. Terbukti ketika saya datang di social event of Gagas Media ini. Gimana ceritanya? Sudah lama saya follow Gagas Media di Facebook dan Twitter dan tweet/ statusnya cukup aktif. Nggak sengaja suatu hari mata melirik ke status di timeline, ada Tantangan Menulis Moemoe dan Prisca hari Sabtu 6 September 2014 di The KiosK, Baltos, Bandung. Iseng-iseng saya ikutan dan nggak sengaja terpilih. Berhubung belum ada acara, tantangan itu saya jawab dengan antusias. :) Datang ke acara Tantangan Menulis Gagas Media juga menambah teman-teman baru yang menarik karena berbagai latar belakang termasuk kenal dengan Bintang Tamu-nya. Dari Moemoe kami mendapat tips menarik tentang strategi menulis yang baik. Ternyata menulis dengan batasan itu tidak mudah ya. Ketika harus menulis dengan kata kunci Raja, Obeng dan Ping Pong itu membuat saya lama berpikir tentang korelasinya, malah lama ngetiknya dan nggak bisa memenuhi deadline. Lagi-lagi dari Moem...

Happynomics: Ready Travel

Teori the Secret terbukti dengan pengalaman pagi ini. Iseng-iseng saya mencari informasi mengenai usaha travel perorangan, akhirnya saya menemukan jawabannya pagi ini. Yes, saya pun siap menerima reservasi tiket sebagai usaha sampingan. Tentang bagaimana saya memanfaatkan waktu sudah cukup banyak saya belajar. Sekarang saya lebih hati-hati dalam memanfaatkan waktu sendiri dan orang lain. Saya jadi orang yang tidak mudah berjanji. Wish me luck!

Major-Minor Scale in Indonesia

Dear Friends, how are you? I want to share something regards to my opinion about our closest surrounding. I am inspired after I watched Youtube recording of Ligwina Hananto's statement about triple majority and her political view which is not really political base on her owned opinion. :) I studied in Catholic school for many years and it makes me could not realize at the beginning that I am a part of minority society. I 'awake' when in my childhood, my neighbor start asking about my religion and when I come to her birthday party and made the sign of the cross. Her face show disliking. Pity of me, I am the only one there who did it. When I grew up becoming adult, I believe 100% that the major-minor scale is not really matter when you indeed respect other as other human.  Actually, the majority and minority scale in each district in Indonesia is different one to another. In Java the major society is Javanese and Moeslem, in Ambon  is Ambonese and Christian, in Bali is ...

Sensitivity

Rediningrum, Your Sensitivity is your Most Dominant Character Trait! You have a big heart with a lot of love to go around. Not only that, but you are extra aware of other people's feelings and very conscious as to how their emotions are affected by yours and other's behavior. The level of empathy you possess is greatly appreciated and picked up on by your friends and family, which is why you're such great company to have around."