Langsung ke konten utama

Postingan

August

Loves to joke. Attractive. Suave and caring. Brave and fearless. Firm and has leadership qualities. Knows how to console others. Too generous and egoistic. Takes high pride of oneself. Thirsty for praises. Extraordinary spirit. Easily angered. Angry when provoked. Easily jealous. Observant. Careful and cautious. Thinks quickly. Independent thoughts. Loves to lead and to be led. Loves to dream. Talented in the arts, music and defense. Sensitive but not petty. Poor resistance against illnesses. Learns to relax. Hasty and trusty. Romantic. Loving and caring. Loves to make friends .

Malena: How Do You Respect A Woman?

Kasihan Malena ( Monica Belucci)..... Perempuan bersuami yang cantik dan sexy ini dijadikan obyek seksual. Ketika suaminya yang tentara berangkat berperang, meski banyak warga kota yang memahami 'rasa sepi' nya, tidak ada yang mau menemani Malena. Malah ia sarat menerima sekaligus: kekaguman, caci maki, pergunjingan, bahkan jadi obyek fantasi seksual anak belasan... Judul: Malena Pemain: Monica Belucci, Giuseppe Sulfaro, Luciano Frederico Mmmm..saya telah membandingkannya: ketika Malena jalan sendiri, semua prasangka dan gunjingan negatif para wanita di kota ditambah pandangan lelaki hidung belang, lekat padanya. Sebaliknya, ketika suaminya kembali dari perang dengan satu lengan, semua orang menaruh hormat padanya. Latar belakang Perang Dunia II mengikuti alur cerita. Malena diceritakan dalam banyak kondisi: ketika sendirian, ketika kesepian.. Jika seorang pria beristri tidak puas dengan apa yang dia dapatkan di rumah... lalu melampiaskan nafsunya pada wanita lain...pert...

Skala Pelit versus Pemerahan Tenaga

Untung saja aku berharap F, jadi tidak sedih-sedih amat ketika keluar kamar pengakuan sambil memegang Form Performance Appraisal dengan tulisan C . Average , karena aku orang average? Atau karena ada high expectation di-balik-nya. Jadi ingat sekali duluuuuu waktu jamannya sekolah dan harus menghadapi 2 macam ujian, ujian nasional dan ujian swasta (yang dibuat oleh guru sendiri). Kalau sedang menghadapi Ujian Nasional aku gumbiraaaa sekali, karena soal-soalnya jauh lebih mudah dijawab dari pada Ujian Swasta. Jadi guru sendiri itu bikin standar tinggi, skala yang jauuuh, dengan high expectation di baliknya...menurutku. Tenaga yang dikeluarkan untuk Ujian itu udah 300 persen. Tapi lebih dari itu, soal-soal yang kualitatif memang menciptakan peluang untuk didebat, dipertanyakan, dan emang subyektif. Beda dengan yang kuantitatif... Bagaimana pun kita selalu harus diuji untuk jujur pada diri sendiri mau pun orang lain...transparan.

Beri Aku Tangismu Saja

Kalau risau teman sejati Beri aku tangismu saja Tapi aku tidak mau menangis bersamamu Aku ubah jadi senyummu Jadi milik kita Kalau risau teman sejati Beri tangismu saja Kau tahu dari dulu Tangis itu tak lama Aku biasa menangis dengan tawa Beri aku sakitmu saja Karena kita tumbuh bersama 32 tahun di gang yang sama Membiarkan dulu air ketubanku mengotori jok mobilmu...

32 tahun Bertetangga

"Saya sedang cari rumah yang ada suara bayinya," kata ibu muda itu tertawa, dan mengelus kepalaku, masih bayi, dalam gendongan ibu asli Tegal, tetangga kami. Ibu muda yang ternyata tinggal tepat di seberang rumah kami, akhirnya mampir ke rumah berkenalan dengan ibuku, sebagai penghuni yang lebih lama tinggal di gang itu. Besoknya, kiriman perlengkapan bayi mulai dari baju2 dan perlengkapan mandi datang, semua untukku. Rupanya hadiah kelahiran putri pertamanya yang saat itu berusia 2 tahun masih utuh, tidak semua dipakainya, dan semua untukku. Aku dan adik2 memanggil dia Bude. 32 tahun kemudian rrrrriiiinnng... Kepalaku masih pusing, tadi siang dokter kantor mengukur tensiku 80/50. Mungkin akibat 2 hari sekali menginap di RS, yg otomatis ga tidur. Hari ini tepat Kanjeng Rama pulang. "Ing, Bude mau ukur tensi kamu, katanya tadi muntah2 ya?!" "Bagus kok, 110/80... udah minum obat?" "Sudah Bude" Besoknya, Bude datang, menemui Kanjeng Ratu, "Mbak...

32 Tahun Bersaudara Bertetangga

"Selamat pagi, saya mencari rumah yang kedengaran suara bayinya," ibu muda itu tertawa ketika melihat tetangga sebelah rumah menggendong aku yang masih bayi, belum lama lahir ke dunia.. Tawanya seakan ingin membagi kebahagiaan, sama2 baru dikaruniai anak pertama. Meski saat itu putrinya sudah berumur 2 tahun. Besoknya baju2 bayi dan perlengkapan datang, masih banyak kado kelahiran putrinya yang belum terpakai. Semua itu untukku. 32 tahun kemudian. Rrrriiiiiing, handphoneku berdering, kepalaku yang masih berat akibat tensi 80/50 mungkin membuat orang di seberang sana menunggu lama untuk dijawab. "Ing, Bude mau ukur tensi kamu sekarang," Tidak berapa lama beliau sudah datang di ruang tamu, membawa pengukur tensi, "Sudah naik, 110/80" "Saya sudah sempat ke dokter Bude, tapi masih kurang enak badan tadi sampai muntah2..." Ibu itu datang lagi, besoknya, menemui ibuku. "Mbakyu, Mbakyu kan sekarang sedang banyak kebutuhan," sambil bicara be...

True Gift (2)

Memberi Yang Terbaik=Achievement Saya ingat dulu sewaktu masih SMA menjelang Grand Prix Marching Band, pelatih selalu bilang "Lakukan yang terbaik. Berikan yang terbaik kepada penonton." Hal ini sungguh memotivasi semua anggota untuk bermain dengan maksimal. Maria Shiver dalam bukunya Be Who You Will Be , bilang, sewaktu kecil mamanya selalu bilang "Move.. move.. move.. Doing something." Artinya (mungkin) be productive, ciptakan sesuatu, jadilah kreatif. Setuju? Karena Seseorang itu Berarti, Bukan Jaga Relasi 3:39:01 PM lizzy_sary: besok ya gw transfer 3:39:09 PM lizzy_sary: br gajian hari ini... sekalian THR nya 3:39:14 PM lizzy_sary: brengseks 3:40:23 PM qoenang_qoenang: owh..ok dey diskon 200 rebu ya 3:47:42 PM lizzy_sary: kok diskon sih? 3:47:47 PM lizzy_sary: kaya di toko ajeh 3:47:49 PM lizzy_sary: wakakkakaka 3:48:04 PM lizzy_sary: but thankssss :-* 3:48:13 PM qoenang_qoenang: klo ga mau malah kebeneran... :p 3:48:23 PM lizzy_sary: MAU DOOOONGG 3:48:26 PM li...