Langsung ke konten utama

Postingan

Meniti Integritas

Sekali lagi aku menyusuri nurani orang Lewat ujung-ujung jari Suara ketulusan Bercampur keresahan Mau dibawa ke mana Zamrud Khatulistiwa ini? Semua peduli Tapi seringkali orang baik dizolimi Bukan tampilan kosmetis Bukan segerobak Rupiah Yang akan kau bawa mati Tapi Integritasmu di Dunia Pelajaran Integritas No 1: Janganlah kau berlaku tidak adil terhadap orang yang tidak kau senangi

48 Tahun 10 Hari

Semalam aku nonton acara wawancara eksklusif dengan Pak Habibie, eks Presiden kita. Dan aku nggak percaya bahwa beliau masih berkata-kata seperti orang jatuh cinta, tentang mendiang istrinya, "Wajah dan senyum Ibu ada di dalam semua sistem saya." Aku terlanjur yakin bahwa 'jatuh cinta' adalah suatu fase. Sesudahnya orang harus kembali hidup realistis, nggak ada lagi kata romantis dan sebagainya. Ternyata aku salah, banyak pasangan suami istri yang masih dapat menjaga romantisme dalam hidup perkawinan. Bahkan sampai 48 tahun 10 hari, seperti Pak Habibie. Mungkin karena aku sering mengamati kehidupan suami isteri yang monoton. Suami saya pernah berkomentar, minta saya menebak pasangan yang ada di seberang kami di kereta api waktu itu, Aku menebak bahwa mereka sudah suami istri karena mereka adalah pasangan yang tidak banyak bicara. Yang satu membaca koran, sementara sang istri membaca majalah. "Tidak ada hal lagi yang perlu dibicarakan. Karena yang s...

Yehuvah-Jireh!

Tuhan menyediakan segala sesuatunya. Baru-baru ini untuk acara kebaktian rohani anak muda dengan tema pernikahan, seorang teman membutuhkan 400 pasang sumpit. Seorang kolega menawarkan sumpit sisa souvenirnya saat nikah. Karena teman saya berasumsi tidak akan sampai sejumlah yang diperlukan ia menampiknya. Mengharap air hujan air di ember ditumpahkan. Ternyata setelah dihitung jumlah sumpit sisa souvenir itu berjumlah 400 pasang. Pas dengan yang dibutuhkan. Tetapi kondisinya teman saya itu sudah terlanjur beli. Tuhan memang menyediakan segala sesuatunya: Jehuvah-Jireh!

Brand Joko

Ditunggu-tunggu yang disuruh tidak datang juga. Setelah menunggu hampir 45 menit, OB kantor kami datang membawa pesanan makan siang, 2 bungkus ketoprak. "Jok, lu belinya di mana, Jok? Di Ujung Kulon ya?" "Bukan begitu, Mbak. Tadi yang jualan nggak njualin. Saya tunggu-tunggu nggak tahu ke mana orangnya. Akhirnya saya bikin sendiri ketopraknya, tauk rasanya enak apa nggak, duitnya langsung saya tinggal di bawah piring bersih." "Buset, ketopraknya banyak banget, Jok" "Ya udahlah makan aja." "Segini dapet -5000?" "Kalau Joko yang beli ya dapet." Di lain hari, Joko pulang dengan cengar cengir, "Sialan, beli sayur aja diikutin orang." "Kenapa Jok?" "Iya, ada Mas-mas, ikutin saya dari belakang. Begitu udah mau nyebrang, baru deh dia tanya. 'Mas, kapan-kapan kalau beli sayur sama Mas-nya aja ya.' 'Kenapa emang?' 'Iya... Kok kita belinya sama, banyaknya sama, tapi saya bayar 5000 Mas-nya ba...

Get Inspired by Others

Opera van Java membuat saya tertawa sendirian (maksudnya ga ngajak2), karena tidak ada teman di rumah, terutama ketika Sule sering menirukan selebritis yang beritanya sedang naik daun. Apakah mereka para pelawak itu hidupnya penuh candaan seperti di TV, ya. Yang jelas dengan tim kreatif di belakang stage, dan spontanitas pemainnya, membuat acara ini saya tunggu setiap habis pulang kerja. Setiap episode pastilah ada cerita yang diadaptasi, sehingga mereka sering menyebut 'benang merah' yang merupakan frame dari durasi sekian menit tiap episode. Hal yang anti logis dan tanggapan secara inverse menghasilkan tawa pemirsanya. Dan yang nyeleneh itulah yang jadi point utama setiap episode mereka. Satu lagi bahan becandaan yang tidak pernah tertinggal dari tiap episode adalah humor slapstick. Tim kreatif selalu menyiap properti yang nyeleneh, termasuk properti yang terbuat dari stereofoam. Jadi tiap kali ada kecelakaan tehnis, humor slapstick, tidak ada yang cidera. Saya pernah bertany...

Air Mata Cut Tari

On July 13, 2010, in Hot Topic , by Felicia Sidharta by: Redi Tidak mudah bagi tiap orang untuk mau mengakui kesalahan dan meminta maaf di depan publik. Tapi bukan tidak mungkin. Ada beberapa artis yang sudah membuktikannya. Entah terpaksa dilakukan karena tekanan sosial atau memang dari lubuk hati yang dalam, hanya orang bersangkutan yang tahu. Di dalam masyarakat yang kental dengan budaya Timur, apalagi, ruang privat dan ruang publik sekatnya menjadi tipis, terutama jika seseorang itu terkenal. Organisasi yang bersikap sebagai polisi moral pun tumbuh dan menunjukkan keberpihakan moral meski pelaksanaannya kadang bersikap anarkis. Salah satu perumpamaan favorit saya dalam Perjanjian Baru adalah ketika Yesus mengundang orang yang merasa tidak pernah berdosa untuk melempari wanita asusila di masa itu. Siapakah manusia yang tidak pernah berdosa? Bahkan Ye...

Cinta Tuhan adalah Mukjizat dalam Hidupku

On July 9, 2010, in Sharing , Testimonials , by Felicia Sidharta Seperti yang diceritakan Antonius kepada Redi. - Ini adalah sepenggal kisah dalam hidupku yang mengajarkan aku betapa berartinya sebuah kehidupan dalam hidupku. Tahun 2006 tepatnya awal Mei aku menginjakkan kaki di ibu kota, berharap dari kampung mendapat kehidupan yang lebih baik. Ah, ternyata tidak seperti yang aku bayangkan. Sambutan Ibu Kota tidak ramah. Uang yang aku bawa dari kampung tidak cukup untuk menyewa tempat tinggal. Bahkan untuk makan dua hari pun tidak cukup. Aku bingung dan tak tahu apa yang harus aku lakukan. Sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang teman yang mengajak aku mengamen. Akhirnya aku pun berbaur dengan kehidupan jalanan dan sejenak melupakan mimpiku karena aku memang sudah hanyut dalam keputusasaan. Tahun 2007 akhirnya aku mendapatkan sebuah pekerjaan. Be...