Langsung ke konten utama

Postingan

'Mbak' Di Pohon Rambutan

"Rini, kalian hanya tinggal berdua di Pondok Petir?" Blacky temanku bertanya, penasaran sekali dia. " "Ah tidak, aku hanya berdua dengan si 'Mbak' yang di pohon rambutan." "Haduh, berdua yang kau hitung harusnya kau dan suami, dong," Blacky membantah, mukanya tegang dan serius. "Hahaha, dia ada di Palu," kataku sambil tertawa karena merasa lucu. Sebenarnya tidak lucu. Aku pernah merasa ketakutan luar biasa ketika seorang tukang ojek sibuk melihat-lihat ke atas dan bilang, "Tante, pohon ini harus dipasangi paku." "Mengapa? Ada yang tinggal di atas situ, ya?" aku ikut-ikutan melihat ke bagian puncak pohon rambutan. "Iya, Tante, tadi saya tanya 'apa yang kamu lakukan di atas pohon?.' Begitu, Tante." Aku tidak menanggapi dia dengan diam saja. Aku tidak suka dengan orang yang sombong dengan kemampuannya. Dalam hati aku bilang padanya: 'Saya tidak akan pasang paku, Mas. Biar saja dia ada di atas po...

In God's Owned Decision?

Untuk aku dan kamu yang aku pedulikan: Jika bersama kita bayangkan nanti pada saat Malam Paskah, bersama kita memperbarui baptisan kita, beranikah kita berkata 'ya saya sanggup' seperti tahun-tahun kemarin?..  Kalau kita ingat lagi kapan kita dibaptis, terutama bagi mereka yang masih bayi, mungkin akan bilang, "yah, saya jadi Katholik karena kebetulan lahir di keluarga Katholik..." Lalu apakah kita akan bilang pilihan iman kita bukanlah pilihan secara sadar? "Apakah aku sungguh Katholik?"  "Apakah karena kelemahan aku boleh berkilah aku hanya sungguh manusia?" Do we really find our God in all things? Dalam kamu dan dalam aku juga? Dalam hidup aku dan hidup kamu juga? Dalam pilihan kamu sendiri juga? Dalam pilihan aku sendiri juga? In God's owned decision? Pondok Petir, 3 Juli 2020

Kesukaan Bertanya

"Hahaha, lucu sekali deh si Syane." "Bagaimana?" "Dia menjawab email dari Bos kita dengan gaya seperti pelajar di dalam kelas." "Ya, Syane itu mungil dan suka sekali belajar." Dialog di atas adalah cuplikan obrolan dengan teman satu kubikel di kantor. Kami sedang membicarakan salah satu teman kantor yang selalu bersikap seperti anak sekolah. Mengangkat tangannya ketika kami sedang rapat dan diskusi internal. Dia pun siap mengkritisi lagi jika informasi awal yang didapatkan belum jelas. Apresiasi justru kami tunjukkan dengan anggapan pasti bahwa dengan bersikap begitu Syane memang lucu dan menyenangkan. Berbeda dengan situasi dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA, sekolah homogen putri. Setiap ada yang mengangkat tangan hampir semua pandang mata tak suka tertuju kepadanya. Dia akan dituduh cari muka. Padahal yang bertanya memang kurang mengerti dengan apa yang sedah diajarkan dan bukan berarti yang lain lebih mengerti darin...

Jika

Ada seribu jika Hargai kisah Lalu sunyi Ada satu jika Di tatap cermin Lalu pening Tiada jika Kalau tetap saja kau  Biarkan ku asing (Jakarta, 17 Mei 2016) 

Senandung Zakki

Debur ombak berkejaran seirama nafas, seperti ingin mengiringi senandung Zakki di sana. Seperti rima sajak yang dinyanyikan, buih-buih ombak perlahan menepi, mendekati kakiku. Aku duduk dengan menekuk punggung, memeluk lutut dan menopangkan dagu di antaranya. Sudah cukup lama, semenjak matahari mulai terbenam tidak ada lagi kapal nelayan yang muncul dari batas cakrawala. Zakki masih duduk   di satu batu karang raksasa, tiga meter dari tempat aku duduk. Sebenarnya aku ingin mengajaknya bicara, eh, maksudku, jadi pendengar ceritanya saja aku sudah senang. Dia punya segudang pengalaman belajar dan riset. Kuliah doktor dengan beasiswa mengantarnya ke Jepang. Kecerdasannya tentu akan mampu membuatku terpana. Jika bisa dekat dengannya aku akan bersikap seperti spons, menyerap semua pengetahuan yang akan tumpah dari bibirnya yang kadang senyum sinis.   Aku yang merusak suasana sebenarnya. Aku yang selalu lebih dulu merasa bahwa setiap orang pasti membutuhkan aku. Aku yang berambi...

Kabar Baik

Nihil Obstat: A. Setyawan, SJ "No News is a Good News," seorang teman berkilah ketika saya protes, "Kok,  jarang kelihatan? Nggak kasih kabar, nih?" Saya bertemu lagi dengannya tanpa  sengaja.  Ketidakpedulian. Atau ia tidak menyadari sepenuhnya bahwa keberadaannya di  tengah teman-temannya punya arti. Ketika saya tanya, "Ada cerita apa?" Dia  hanya senyum. Mungkin dia sedang menghadapi masalah yang tidak ingin ia  bagikan pada kami. Pada akhirnya nanti ia akan cerita pada kami, satu geng  homogen perempuan.   Cerita yang disampaikan seorang pada yang lain seringkali disertai agenda  tertentu. Atau, sebaliknya seperti teman saya itu, sumber berita tidak ingin  melibatkan calon pendengarnya, dia memilih berkata "No News is Good News."  Cerita yang menarik yang menjadi bacaan liturgi hari ini adalah keengganan  orang untuk menceritakan kebenaran pada sekitarnya. Hal ini ditunjukkan  dengan sikap mau menerima se...

Setia

Kata RA Kartini "Setia membutuhkan pengorbanan yang besar, bahkan lebih dalam dari cinta."  Saya setuju kalau semboyan itu diterapkan bukan pada orang yang tidak setia. Karena saya sempat heran, untuk apa setia pada orang yang tidak setia? Harusnya, jika Yesus memilih setia pada kondisi tertentu saja, Yudas Iskariot sudah diusir seperti di sinetron. Yesus tahu yang akan terjadi, hal yang pahit bagi-Nya di masa depan, tapi tetap setia pada proses. Di kelas pendidikan formal atau di sanggar musik, tari atau bahasa yang pernah saya ikuti, tidak jarang guru kami jadi cerewet mengingatkan berkali-kali kalau ada yg salah lebih dari sekali. Sebagai murid yang setia, kita akan terus mendengarkan, sebagai guru yang setia ia akan sabar menegur. Marilah kita tetap setia seperti antara guru dan murid, terhadap sesama kita dan Tuhan. Yes. 50:4-9a ;  Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34 ; Mat. 26:14-25 .  BcO  Yer. 15:10-21 Nihil Obstaat: A. Setyawan, S...