Langsung ke konten utama

Setia

Kata RA Kartini "Setia membutuhkan pengorbanan yang besar, bahkan lebih dalam dari cinta." 

Saya setuju kalau semboyan itu diterapkan bukan pada orang yang tidak setia. Karena saya sempat heran, untuk apa setia pada orang yang tidak setia? Harusnya, jika Yesus memilih setia pada kondisi tertentu saja, Yudas Iskariot sudah diusir seperti di sinetron. Yesus tahu yang akan terjadi, hal yang pahit bagi-Nya di masa depan, tapi tetap setia pada proses.

Di kelas pendidikan formal atau di sanggar musik, tari atau bahasa yang pernah saya ikuti, tidak jarang guru kami jadi cerewet mengingatkan berkali-kali kalau ada yg salah lebih dari sekali. Sebagai murid yang setia, kita akan terus mendengarkan, sebagai guru yang setia ia akan sabar menegur.

Marilah kita tetap setia seperti antara guru dan murid, terhadap sesama kita dan Tuhan.





Nihil Obstaat: A. Setyawan, SJ

Komentar