Sunday, November 01, 2009

Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela


Author: Tetsuko Kuroyanagi
Published: 1981

Totto Chan tertarik dengan hal-hal baru dan sering berubah cita-cita. Ia tidak pernah duduk diam, dan menahan untuk tidak spontan merespon hal-hal baru. Hal yang menyelamatkan perkembangan dirinya di masa kanak-kanak adalah bahwa mama tidak mengatakan terus terang sebab ia harus pindah sekolah. Citra diri positif Totto Chan terjaga.

Sekolah yang baru bukan sekolah elit dengan fasilitas elit atau label yang keren. Kepala Sekolah Kobayashi menjadikan alam sebagai kelas, membangun imajinasi anak-anak untuk merekam hal-hal baru yang mereka pelajari di sekolah. Anak-anak belajar dari pengalaman terdekat. Di masa itu, mereka mengalami relasi antar manusia yang makin berkembang dengan nilai-nilai yang diberikan Kepala Sekolah... dengan kejujuran, dengan penghargaan terutama dengan warna kepolosan anak-anak.

our reality

our reality
what is our reality? searching for understanding...'awareness' needed by people with their juggling time.. they need to evaluate and keep focusing on their own vision and mission of life or they live in vain..theory comes after practice..perhaps there is truth behind each rebellion..

About Me

My Photo
Qoenang-Qoenang
Seorang yang humanis, sosialis, dan perseptif. Memandang gelap terangnya dunia seperti Qoenang-Qoenang yang kadang redup atau bercahaya. Misinya sebagai Jembatan-Buatan membuatnya harus terus dibentuk agar kuat menerima tiap nilai hidup dan membagikannya pada orang lain.
View my complete profile

Cerita Label...

Hidup asalnya dari CAUSA PRIMA, monotheis, sumber segala penyebab... Setelah sekian tahun dididik dengan pedagogi di sektor pendidikan formal, tiba saatnya kita berpikir mandiri dengan cara-cara ANDRAGOGI. Cara belajar yang paling mendasar adalah meniru. Mulai ketika memanggil 'ayah dan ibu'.. manusia tumbuh dewasa dengan cinta tulus lewat PARENTING... Lewat APRESIASI DAN REFERENSI kita memulai proses itu. Ketika anak Hawa ini labil, larut dalam afeksi dan emosi, dapatkan saat saya BERSINAR dan REDUP... Perspektif dan seni menulis dengan segala aspeknya dapat dipahami lewat COPYWRITING. 'Kebenaran'nya digali dengan JURNALISTIK.. Sementara kredibilitas seseorang dilihat dari logical frame of thinking-nya. Silakan kritik saya dalam tiap CORRECT ME IF I AM WRONG . Dalam cerita KELEMAHAN, inilah sisi manusia. GOSIP KANTORAN bercerita tentang suka duka buruh. Dengan belajar MODERNITAS dan TIPS TRIK atasi rutinitas tiap hari, tiap orang punya beda-beda cara. Dalam NARSIS, saya lebih mawas diri. PASTORALIA, adalah portofolio saya saat menulis di buletin rohani, Berita Sepekan, mingguan Paroki SPMR, Jakarta Selatan. PENGHUNI KAMAR SEWA bercerita tentang 4 tahun hidup jadi anak kos. Inspired person yang pernah saya temui dan saya kenal, saya tulis dalam PROFIL... SUARA HATI saya tulis dalam puisi. Hmmmm kata Pramudya menulis itu bekerja untuk keabadian....Selamat membaca...