Langsung ke konten utama

Postingan

Kabar Baik

Nihil Obstat: A. Setyawan, SJ "No News is a Good News," seorang teman berkilah ketika saya protes, "Kok,  jarang kelihatan? Nggak kasih kabar, nih?" Saya bertemu lagi dengannya tanpa  sengaja.  Ketidakpedulian. Atau ia tidak menyadari sepenuhnya bahwa keberadaannya di  tengah teman-temannya punya arti. Ketika saya tanya, "Ada cerita apa?" Dia  hanya senyum. Mungkin dia sedang menghadapi masalah yang tidak ingin ia  bagikan pada kami. Pada akhirnya nanti ia akan cerita pada kami, satu geng  homogen perempuan.   Cerita yang disampaikan seorang pada yang lain seringkali disertai agenda  tertentu. Atau, sebaliknya seperti teman saya itu, sumber berita tidak ingin  melibatkan calon pendengarnya, dia memilih berkata "No News is Good News."  Cerita yang menarik yang menjadi bacaan liturgi hari ini adalah keengganan  orang untuk menceritakan kebenaran pada sekitarnya. Hal ini ditunjukkan  dengan sikap mau menerima se...

Setia

Kata RA Kartini "Setia membutuhkan pengorbanan yang besar, bahkan lebih dalam dari cinta."  Saya setuju kalau semboyan itu diterapkan bukan pada orang yang tidak setia. Karena saya sempat heran, untuk apa setia pada orang yang tidak setia? Harusnya, jika Yesus memilih setia pada kondisi tertentu saja, Yudas Iskariot sudah diusir seperti di sinetron. Yesus tahu yang akan terjadi, hal yang pahit bagi-Nya di masa depan, tapi tetap setia pada proses. Di kelas pendidikan formal atau di sanggar musik, tari atau bahasa yang pernah saya ikuti, tidak jarang guru kami jadi cerewet mengingatkan berkali-kali kalau ada yg salah lebih dari sekali. Sebagai murid yang setia, kita akan terus mendengarkan, sebagai guru yang setia ia akan sabar menegur. Marilah kita tetap setia seperti antara guru dan murid, terhadap sesama kita dan Tuhan. Yes. 50:4-9a ;  Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34 ; Mat. 26:14-25 .  BcO  Yer. 15:10-21 Nihil Obstaat: A. Setyawan, S...

Pengorbanan

Tentu kita pernah menginginkan membeli barang yang pernah kita suka. Meskipun harganya mahal, tidak mungkin langsung membeli dengan gaji sebulan. Karena sudah lama menginginkannya, kita pun mulai menabung agar suatu hari dapat membeli barang itu. Kalau tiap bulan mungkin sedikit uang yang tersisa untuk ditabung, ketika berniat untuk membeli barang impian, kita cukup rela untuk menahan diri agar dalam sebulan tidak membeli barang sebanyak yg kita suka. Sing digawe sing dinggo. Ada pepatah Jawa bilang begitu. Apa yang dikerjakan akan berdampak pada diri kita juga. Nilai suatu hal tergantung berapa besar pengorbanan kita untuk memperolehnya. Yesus mengingatkan muridnya untuk tidak sekedar menyebarkan retorika (muridnya menyangkal ttg diri-Nya 3 kali). Ada istilah I walk my talk. Apa yang gue omongin itu yang gue jalanin. Jadi Yesus mengajak kita untuk menghindari NATO no action talk only. Yg membuat kita berubah lebih baik itu bukan sekedar baca KS tiap hari, tapi implementasinya. ...

Mengalah Bukan Kalah

Betapa ketatnya persaingan di dunia kerja saat ini. Masing-masing dari kita tidak hanya bersaing dengan teman tetangga kubikel tetapi juga dengan teman expatriate yang akan datang. Mengalah bukan kalah adalah sikap yang saya anjurkan untuk tetap konstruktif menghadapi kondisi lingkungan terdekat. Bagaimana? Bukannya ini menegasi sikap untuk selalu kompetitif? Tidak. Sikap ini mendorong kita untuk selalu berkarya atau produktif dalam situasi terburuk sekalipun.  Betapa seringnya kita berkeringat dan mengeluarkan otot leher ketika kita mati-matian berdebat mempertahankan pendapat kita. Tentunya - ya - kita harus mempertahankan pendapat jika kita yakin kita benar tetapi dengan cara yang cepat. Bukan dengan debat kusir atau mengulang lagi makna yang sama tetapi dengan menggali lebih dalam makna yang mau kita sampaikan. Bagaimana caranya? Dengan melakukan hal yang positif dan produktif. Karena mengedukasi orang lain memang bukan tugas kita terhadap orang lain jika dia sudah ...

Melihat Ke Bawah dan Ke Belakang

"K-Pop Girl bilang nggak ada," Purple berusaha meyakinkan aku sekali lagi.  "Ada," tukasku cepat-cepat. Lalu kami saling berpandangan dan tahulah aku sekarang kondisi sebenarnya.   "Seharusnya K-Pop Girl janjian sama aku dulu ya kalau mau bohong sama kamu," sepertiga melongo sepertiga tersenyum sepertiga lagi menghibur. "Aku nggak ngerti mengapa dia nggak mau nolong untuk hal yang kecil seperti ini. " "Aku juga nggak ngerti. Menguatirkan persaingan, mungkin? Atau dia sudah merasakan persaingan?" "Trigger-nya bukan dari aku." "Juga bukan dari aku." "Kita nggak boleh pelit dengan ilmu." "Betul." "Trus mengapa dia begitu ya?" "Mana aku tahu?" "Jadi teori mengutamakan kerja tim itu teori doang ya?" "Iya." Kembali aku dan Purple menghabiskan makanan yang ada di hadapan kami masing-masing. Kami berdua termasuk golongan orang yang nggak ngerti s...

Menyelamatkan Adat

Saya tidak yakin apakah saya masih tergolong anggota masyarakat adat Jawa Tengah. Praktisnya tentu tidak. Pertama, karena sejak lahir saya tinggal di kota kosmopolitan Jakarta. Di sini, ada interaksi berbagai macam budaya daerah. Kedua, orang tua saya, meskipun keduanya Jawa, tidak pernah berbicara dalam bahasa Jawa di rumah. Ketiga, karena miskinnya pengaruh budaya asli Jawa seperti dari mana nenek moyang saya berasal, setiap kali berbicara dalam bahasa Jawa logat saya terdengar wagu atau tidak pantas. Menyedihkan buat saya jika seorang keturunan Jawa tidak bisa berbahasa Jawa. Jadinya kalau ditanya aslinya mana? Lebih akurat kalau saya bilang bahwa saya orang Jakarta. Menurut AMAN   atau lembaga yang memperjuangkan nasib masyarakat adat, indigineous people (Eng.) adalah komunitas-komunitas yang hidup berdasarkan asal usul leluhur secara turun-temurun di atas suatu wilayah adat, yang memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial budaya yang diatur oleh...

Memanfaatkan Waktu

Hai teman-teman sedang apakah saat ini? :) Sedang santai? Inikah cara kamu memanfaatkan waktu luang? Dengan browsing ? Maaf, harusnya saya tanya sebelumnya, apakah kamu punya waktu luang? Saya yakin beberapa akan mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai waktu luang. Beberapa bahkan mengatakan "kalau bisa waktu 24 jam sehari harus ditambah." Saya termasuk golongan yang terakhir. Bukan bermaksud untuk bilang bahwa saya orang yang paling sibuk di dunia, karena pikiran itu cuma sesaat saja, ketika saya sedang ditimbun pekerjaan transkrip yang harus saya kerjakan di kala week end. Jadi kalau orang lain liburan, saya justru kerja di kala week end. Tapi semua itu saya syukuri sebagai suatu kepercayaan dan rasa berharga bahwa saya bisa membantu orang lain. Apakah saya sebaliknya merasa tidak berharga atau bingung ketika tidak ada side job di kala week end? Yang paling berasa itu pundi-pundi rekening di bank, sih, hehehe... Tapi itu saya nikmati sebagai dinamika hidup saj...