Langsung ke konten utama

Postingan

Saya Sibuk

Seringkali kata "saya sibuk" jadi alasan atau ungkapan singkat yang menutup perdebatan "ingkarnya janji". Sementara kesibukan seseorang adalah ranah privat dalam tiap hidup seseorang yang mungkin tidak bisa ditilik oleh orang luar. Saya tidak bisa membandingkan dengan orang lain apakah saya orang yang paling sibuk di dunia atau siapa yang paling tidak sibuk yang bisa saya limpahkah kerjaan. Kalau 99% orang yang saya kenal bilang 'saya sibuk' lalu apakah saya jadi orang yang paling tidak sibuk dan sedikit pengabaian bisa dimengerti kalau saya menjelaskan kondisi saya dengan sedetil-detilnya? Note: Foto diambil dari sini .

Berjaga-jaga

Kewaspadaan ada dalam sepanjang alur hidup kita. Bagaimana tidak, sejak kecil ketika mulai belajar jalan misalnya, orang tua mengajarkan kita cara menjaga keseimbangan supaya tidak mudah jatuh. Ketika mulai masuk sekolah kita harus mengusahakan untuk tidak datang terlambat ke sekolah. Ketika remaja, kita harus menjaga sikap agar menemukan jati diri . Ketika menikah, seorang istri harus menjaga hati dan pandangan ketika ditinggal suami keluar kota. Bagi saya mawas diri perlu untuk keseimbangan dalam melangkah maju. Mengapa manusia perlu mengusahakan keseimbangan dalam hidupnya? Selain kekuatan yang dimilikinya, setiap manusia juga memerlukan sumber kekuatan dari Allah. Baru-baru ini saya mendengar kabar bahwa suami teman meninggal, yang kondisinya serupa dengan kondisi suami saya saat ini. Saya terkejut sekaligus menyadari bahwa umur orang tidak ada yang tahu. Yang kita bisa lakukan adalah terus berjaga-jaga dalam doa, agar ketika saatnya tiba, sesuatu yang akan membuat kita...

Dari Tanah Rawamangun Menuju Pondok Petir

Ini saya tulis untuk suami tercinta, Djangkriek. Perjalanan panjang bangsa kesayangan Tuhan kabarnya sampai 40 tahun sampai ke tanah yang dijanjikan Tuhan, tanah Kanaan. Mereka harus pergi karena diusir dari tanah orang, tanah Mesir. Seperti Djangkriek, setelah diusir dari rumah yang telah ditinggali sejak kecil dan setelah kedua orang tuanya meninggal, saatnya ia mendekati impiannya. Betapa bangganya bisa membantunya dalam proses ini. Menepis populernya jualan KPR BTN, Djangkriek bersikeras mengumpulkan uang untuk membangun sebuah rumah. Buat saya, ini juga sebuah hadiah untuk kedua orang tua Djangkriek. Bagaimanapun yang penting bukan harga sebuah rumah, tetapi fungsi rumah, arti rumah, ketika kita mengusahakannya dan sejarah apa yang ada di baliknya. Seorang kerabat bilang: "Yang penting Home bukan House." Saya sangat setuju, ini suatu bentuknya. "Demi cita-cita keluarga kita", kata Djangkriek. Demi cinta, menurut saya menambahkan. Tindakan lebih keras dari...

Balada Pembuktian Terbalik

Sehabis nonton "Papi Mami dan Tukang Kebun" karya Jujur Prananto di SCTV, membuatku teringat kejadian lucu (atau menyedihkan) sewaktu SMP. Flash back... Dalam sebulan terakhir sekolahku SMP Kotak-kotak dihebohkan dengan kejadian pencurian uang. Modus operandinya adalah "mengambil uang diam-diam ketika pemilik-tas yang ditaruh di depan Tata Usaha-lengah." Suatu hari, Guru Agama di kelasku membuat pengumuman pada seluruh anak kelas II (mulai dari momen ini aku merasa ada yang salah) : Siapakah yang mau jadi Detektif menyelidiki kasus ini? Berhubung tidak ada yang tunjuk tangan, karena kasihan (serius) pada Pak Guru, sekaligus penasaran, si A menunjuk jari, aku lupa apakah cuma dia atau ada teman lainnya yang ikut terlibat jadi detektif. Padahal ini pengetahuan yang penting,ya? Nahhhh... Guru Agama dan Detektif sukarela mengadakan rapat rahasia, maksudnya bahwa mereka tidak lagi mengumumkan ke angkatan kelas II di mana dan kapan mengadakan rapat. Operasi intelijennya s...

Meniti Integritas

Sekali lagi aku menyusuri nurani orang Lewat ujung-ujung jari Suara ketulusan Bercampur keresahan Mau dibawa ke mana Zamrud Khatulistiwa ini? Semua peduli Tapi seringkali orang baik dizolimi Bukan tampilan kosmetis Bukan segerobak Rupiah Yang akan kau bawa mati Tapi Integritasmu di Dunia Pelajaran Integritas No 1: Janganlah kau berlaku tidak adil terhadap orang yang tidak kau senangi

48 Tahun 10 Hari

Semalam aku nonton acara wawancara eksklusif dengan Pak Habibie, eks Presiden kita. Dan aku nggak percaya bahwa beliau masih berkata-kata seperti orang jatuh cinta, tentang mendiang istrinya, "Wajah dan senyum Ibu ada di dalam semua sistem saya." Aku terlanjur yakin bahwa 'jatuh cinta' adalah suatu fase. Sesudahnya orang harus kembali hidup realistis, nggak ada lagi kata romantis dan sebagainya. Ternyata aku salah, banyak pasangan suami istri yang masih dapat menjaga romantisme dalam hidup perkawinan. Bahkan sampai 48 tahun 10 hari, seperti Pak Habibie. Mungkin karena aku sering mengamati kehidupan suami isteri yang monoton. Suami saya pernah berkomentar, minta saya menebak pasangan yang ada di seberang kami di kereta api waktu itu, Aku menebak bahwa mereka sudah suami istri karena mereka adalah pasangan yang tidak banyak bicara. Yang satu membaca koran, sementara sang istri membaca majalah. "Tidak ada hal lagi yang perlu dibicarakan. Karena yang s...

Yehuvah-Jireh!

Tuhan menyediakan segala sesuatunya. Baru-baru ini untuk acara kebaktian rohani anak muda dengan tema pernikahan, seorang teman membutuhkan 400 pasang sumpit. Seorang kolega menawarkan sumpit sisa souvenirnya saat nikah. Karena teman saya berasumsi tidak akan sampai sejumlah yang diperlukan ia menampiknya. Mengharap air hujan air di ember ditumpahkan. Ternyata setelah dihitung jumlah sumpit sisa souvenir itu berjumlah 400 pasang. Pas dengan yang dibutuhkan. Tetapi kondisinya teman saya itu sudah terlanjur beli. Tuhan memang menyediakan segala sesuatunya: Jehuvah-Jireh!