Langsung ke konten utama

Postingan

Pars pro toto?

Apakah ucapan seorang pemimpin mencerminkan seluruh pengikutnya? Ga juga deh.. Sekali lagi setiap orang perlu bukti, perlu keterlibatan, perlu melihat sesuatu secara lebih faktual...Setiap orang ingin melihat integritas dari setiap orang lainnya. Refleksi atas ucapan Pemimpin di Dunia yang menyinggung kelompok tertentu...

You Drew Your Pig

Toward the middle of the frame, you are a realist Facing left, you believe in tradition, are friendly & remember dates (birthdays, etc.) With many details, you are analytical, cautious & distrustful With four legs showing, you are secure, stubborn, & stick to your ideals The size of the ears indicates how good a listener The length of the tail indicates the quality of your sex life, you have a good sex life

Mesin Fotokopi

Fungsinya penting, terutama buat sekretaris yang mesti distribusi surat dan nyimpan arsip. Cuma kendalanya otot kaki. Menimbang tidak memungkinkannya dibuat lift dari lantai 3 ke lantai 4, jarak dan waktu jadi nambah. Abdi Dalem yang ningrat melatih kesabaranku. Tugas fotokopi pun di-manage, diusahakan selalu untuk: SEKALIAN. Irex, HRD officer yang sedang mengungsi ke Lt 4 karena ruangnya sedang direnof, sering kuledek, "Gimana Mbak, udah langsing belum?" "Sialan lo Nge" "Betis udah kenceng belum?" "Sialan lo Nge" Kabar gembira tiba pagi ini. "Ingeeeee, sekarang klo fotokopi lo ga usah turun lagi Nge, sekarang udah ada mesin fotokopi di lantai 4" Miss Irex senyum2 dari jauh dan melambai-lambai. Sampai di tempatnya, "Ini mesin fotokopi dari mana, Mbak?" "Ini khusus buat direksi yang lagi ngungsi di lantai 4 seh Nge, tapi lo kan bisa pake juga." "Jadi bukan buat selamanya, dong Mbak?" "Ya klo lantai 3 ud...

Liburan yang Bikin Bingung

Besok LIBUUUUR!! Ga anak sekolah ga orang kerja, sama2 hepi klo tanggalan merah atau ada memo yang menetapkan hari libur. Klo kantor lain libur, sini ga libur, bakal jadi masalah. Tapi klo sini libur kantor lain masuk kerja, belum pernah kejadian, siy. Dulu waktu masih anak2, mungkin pernah ngalami juga, sibuk memberi usulan pada orang tua, pergi ke mana, menyodorkan agenda yang padat selama liburan. Nah, sekarang begitu jadi orang tua, bukan masalah siapa yang memberi usulan, tapi ada duit ga buat pergi2. Semakin lama libur, budget hepi-hepi mesti bengkak. Klo anak mesti kreatif kasih usulan buat ortunya (yang dianggap ga kreatif karena udah pusing duluan mungkin), sang ortu juga mesti kreatif memberi alasan klo proposal terpaksa ditolak. Janganlah sampai dibilang ga sayang anak.

Budaya Norak Di Tempat Umum

Dari sebuah milis Ibu-ibu... Mudah2an dengan semakin tahu apa yang disebelin orang, kita berusaha jadi orang yang nggak disebelin... Budaya NORAK yang membuat malu orang-orang yang erempati dan disiplin 1. Nge- tek -in tempat/kursi di bis atau tempat pertemuan. Membiarkan bangku kosong untuk Tuan/ Nyonya (biasanya teman, saudara, ortu, pacar, su-is) yang datangnya belakangan. Sementara orang lain dibiarkan berdiri meskipun datangnya lebih dulu dari si Tuan/ Nyonya. 2. Rebutan tempat duduk Sekalipun ada perempuan hamil, nenek-nenek. Bisa-bisa malah perempuan hamil dan nenek-neneknya yang disalahkan, "Lho, kenapa pergi sendiri?" 3. Nyelak antrian (di supermarket, di loket, dll). Mereka yang nyelak antrian merasa diri benar, karena barangnya lebih sedikit dari kita, atau karena bisa menitipkan barang pada temannya yang antri di depan kita. Bahkan tanpa bicara permisi sama yang antri di belakangnya. Ngomong permisi juga bakal dipelototi kali. 4. Buang sampah sembarangan Mobil...

Kanjeng Ratu: KANTI JANGKEP

"Jadi mo ada gamelan?!" salah satu tutur kata Kanjeng Ratu memecah kesunyian, di sore, TV masih menyala dan Masku sedang asyik memelototinya tak berkedip. Kami (aku dan MAS-ku) berdua berpandangan. Topiknya saat itu: perayaan pernikahan aku dan MASku. Kadang, aku menangkap celetukan Ratu itu terdengar seperti sebuah keputus-asaan. Tapi tepatnya keputus-asaan akan kelegaan bahwa nanti pasti keinginannya terkabul. Untuk menyikapi hal yang sama itu aku nggak menganggapnya penting. Aku sering berkeluh kesah dalam hati mengapa kami bertengkar untuk hal2 yang kecil. Dan aku selalu berkeras bahwa aku tidak mau cuma jadi anak manis, menurut pada apa kata ortu tanpa membantah sedikit pun. Hhhhhhh, aku harus melepaskan hawa sesak yang tiba-tiba menghimpit dada. Mestinya kemarin aku tanya pada Bintang Besar apakah aura Ratu yang menghimpitku sehingga aku sesak begini? (To be continued)....

Cinta Merk Kelas Bawah: Modal Karpet dan Radio

Ciri pacaran khusus gaya kelas bawah bukan dengan hura-hura atau makan-makan. Cukup nonton TV seharian dan diskusi . Kebiasaan semasa pacaran ini berlanjut sampai saat kami menikah. Sekarang nggak bisa nonton TV karena belum ada, tapi dengar radio Utan Kayu. Diskusi sampai soal di mana harusnya menjemur pakaian. Karena akhirnya kami harus beli tiang jemuran untuk menjemur karena Nahkoda ga bisa bikinkan tali jemuran, atau tepatnya nggak mau ngurusin soal itu (?). Sayangnya discount 40 % baru berlaku tepat seminggu sesudah jemuran itu kami beli. Jadwal mencuci pun makin jarang karena waktu yg tersisa sesudah pulang kerja pagi dan malam cuma sedikit cuma cukup untuk masak (ehm) dan bersih-bersih rumah. Ini Cinta Merk Kelas Bawah: cinta yang sehari-hari nggak ikut trend, numpang beken atau sekedar keren. Menjamu tamu pun masih modal karpet, minum pilihan di rumah cuma air putih teh atau kopi. Barang mewah cuma radio.