Langsung ke konten utama

Postingan

Kanjeng Ratu: KANTI JANGKEP

"Jadi mo ada gamelan?!" salah satu tutur kata Kanjeng Ratu memecah kesunyian, di sore, TV masih menyala dan Masku sedang asyik memelototinya tak berkedip. Kami (aku dan MAS-ku) berdua berpandangan. Topiknya saat itu: perayaan pernikahan aku dan MASku. Kadang, aku menangkap celetukan Ratu itu terdengar seperti sebuah keputus-asaan. Tapi tepatnya keputus-asaan akan kelegaan bahwa nanti pasti keinginannya terkabul. Untuk menyikapi hal yang sama itu aku nggak menganggapnya penting. Aku sering berkeluh kesah dalam hati mengapa kami bertengkar untuk hal2 yang kecil. Dan aku selalu berkeras bahwa aku tidak mau cuma jadi anak manis, menurut pada apa kata ortu tanpa membantah sedikit pun. Hhhhhhh, aku harus melepaskan hawa sesak yang tiba-tiba menghimpit dada. Mestinya kemarin aku tanya pada Bintang Besar apakah aura Ratu yang menghimpitku sehingga aku sesak begini? (To be continued)....

Cinta Merk Kelas Bawah: Modal Karpet dan Radio

Ciri pacaran khusus gaya kelas bawah bukan dengan hura-hura atau makan-makan. Cukup nonton TV seharian dan diskusi . Kebiasaan semasa pacaran ini berlanjut sampai saat kami menikah. Sekarang nggak bisa nonton TV karena belum ada, tapi dengar radio Utan Kayu. Diskusi sampai soal di mana harusnya menjemur pakaian. Karena akhirnya kami harus beli tiang jemuran untuk menjemur karena Nahkoda ga bisa bikinkan tali jemuran, atau tepatnya nggak mau ngurusin soal itu (?). Sayangnya discount 40 % baru berlaku tepat seminggu sesudah jemuran itu kami beli. Jadwal mencuci pun makin jarang karena waktu yg tersisa sesudah pulang kerja pagi dan malam cuma sedikit cuma cukup untuk masak (ehm) dan bersih-bersih rumah. Ini Cinta Merk Kelas Bawah: cinta yang sehari-hari nggak ikut trend, numpang beken atau sekedar keren. Menjamu tamu pun masih modal karpet, minum pilihan di rumah cuma air putih teh atau kopi. Barang mewah cuma radio.

Hair LOSS

Catatan usaha perbaikan mahkota perempuan, tanggung jawab katanya... Jumat, 3 Maret 2006 Diriku sedang menguatkan hati berusaha keras menebalkan dan memanjangkan rambut, mulai dari teh basi, urine, lidah buaya. telor, mentega, sekarang beli Ultra Hair 330 rebu plus Bio Hair 70 rebu. Ini hari ketiga, hoping it works badly! Kamis, 16 Maret 2006 Di tengah garis BT (Belah Tengah) sudah tampak anak-anak rambut-rambut. Mudah-mudahan bukan bapak -ibu rambut yang patah atau setengah rontok. Bagian depan dan tengah memang aku hajar habis dengan Bio Hair. H2C (Harap-harap Cemas).

Mangkok Kesayangan

Nun jauh di Lantai Empat ini, unreachable place for Office Boy and Girl, terhitung mangkok cuma ada 2 di pantry: satu warna merah satu warna putih motif kotak-kotak hijau. Suatu hari, kejadian berulang, mangkok2 kesayangan yang dicuci di dapur lantai 1 tak kunjung dikembalikan. Membayangkan pahitnya menunggu antaran dan habisnya waktu mencari OB dan OG, tak ada mangkok gelas pun jadi. Gelas super besar ukuran vas bunga itu (gambarnya juga bunga) pun jadi korban masak mie instant kuah. Agak susah seh nyendoknya. Tapi apa boleh buat? Survive gitu loh.

Sepatuku Menara Pisa

Janji dengan tukang sepatu delivery ditepati, meski lewat sehari. Pada hari yg dijanjikan sebelumnya, banyak tamu yg datang ke Kios. Jadinya dia tidak bisa pergi. Perawakannya gemuk tidak seperti yang saya perkirakan. Beliau sudah siap dengan tas besar dengan gambar model2 sepatu dan bahan yang bermacam-macam. "Pak, habis ini ada acara ngggak? Tunggu sebentar ya, teman-teman saya sudah terlanjur keluar untuk makan siang. Mungkin mereka baru kembali jam 13.00." "Nggak apa-apa Mbak, saya tunggu saja" kata Pak Didin dengan manisnya. "Silakan diminum dulu," saya menawarkan minum Aqua gelas. Sementara itu saya melihat-lihat model dan bahan. Saya pilih satu model maskulin dengan hak 5 CM, dan ukuran kaki 39. Teman-teman memesan dengan model aneh-aneh dan Bapaknya harus membawa model sepatu yg sdang dipakai "Wah nanti saya nyeker dong" kata sekretaris Moderator Bedah Bisnis. "Yah kalo nggak dibawa saya nggak berani," kata Pak Didin dengan sedi...

Bonus Test

Berkat petisi bonus seluruh karyawan di kantor mendapat hadiah 2 hari test personal assessment. Hari pertama test kepribadian. Udah pernah sih lihat test model itu: Lajur Satu pasti Koleris, Lajur Dua: Melankolis, Lajur Tiga: Sanguinis terakhir lajur Empat itu Flegmatis. Nggak mungkin deh kita contek2an kalau nggak mau dibilang berkepribadian ganda. Hari kedua test kinerja dengan menuliskan apa menurut kita kerjaan kita. Dikasih waktu sekian, tapi aku ngerjainnya sampai kertasnya penuh, kubilang mengarang indah. Tapi nggak ngarang kok, cuma segala-sesuatunya aku break down sampai hal yang paling kecil. Tapi akhirnya pucat aku, karena ada rumor kalau hasil test yang ini mau dicross cek sama atasan yang bersangkutan. Untung aku nulisnya nggak hiperbola. Terakhir aku mesti nulis CV, mulai nama, alamat, no telp, pengalaman kerja, pendidikan formal, training, prestasi dan aktifitas kemasyarakatan. Huah, apa aku 'diterima kerja' ya?! Lho?!

HARI EKSEKUSI

Masih ngadem di depan TV, sambil nunggu giliran mandi, pintu depan digedok2 orang. Aku inget2 ini tanggal berapa ya. Masih tanggal tua, kok Miss Emperor udah sampai di mari? Ada apa ya?! Rrrring, bunyi telpon minta diangkat segera. "Eh, gue belum bukain pintu, tuh, sorry, ini g mau angkat telpon." Rupanya Miss Bee yg telpon. Mercedez bergegeas ke depan, buka pintu untuk tamu agung. Kok nada2nya nggak enak ya?! Miss Emperor ambil posisi. Temen kos lainnya juga ambil bangku dan duduk dengan formasi setengah lingkaran. Miss Selfish dipanggil. FGD dimulai. Beberapa menit telpon si Bee selesai, tahulah aku apa yang dibicarakan: Mr. Horny. "Aku memang udah ngerasa kalo dari awal, banyak yang nggak suka sama gue," suara Mrs Selfish bernada memelas. "Kenapa?!" Mrs Emperor langsung menyahut dengan nada yang sengit cenderung sadis. Mercedes angkat bicara, "Karena, setiap co Mbak masuk sini nggak ada tuh sopan santunnya, nyapa kita kek, permisi kek, seperti ngga...