Langsung ke konten utama

HARI EKSEKUSI

Masih ngadem di depan TV, sambil nunggu giliran mandi, pintu depan digedok2 orang. Aku inget2 ini tanggal berapa ya. Masih tanggal tua, kok Miss Emperor udah sampai di mari? Ada apa ya?! Rrrring, bunyi telpon minta diangkat segera.

"Eh, gue belum bukain pintu, tuh, sorry, ini g mau angkat telpon."

Rupanya Miss Bee yg telpon. Mercedez bergegeas ke depan, buka pintu untuk tamu agung. Kok nada2nya nggak enak ya?!

Miss Emperor ambil posisi. Temen kos lainnya juga ambil bangku dan duduk dengan formasi setengah lingkaran. Miss Selfish dipanggil. FGD dimulai. Beberapa menit telpon si Bee selesai, tahulah aku apa yang dibicarakan: Mr. Horny.

"Aku memang udah ngerasa kalo dari awal, banyak yang nggak suka sama gue," suara Mrs Selfish bernada memelas.
"Kenapa?!" Mrs Emperor langsung menyahut dengan nada yang sengit cenderung sadis.
Mercedes angkat bicara, "Karena, setiap co Mbak masuk sini nggak ada tuh sopan santunnya, nyapa kita kek, permisi kek, seperti nggak nganggap orang ada."
"Selain itu suatu ketika co kakak itu mergoki aku berbalut handuk aja, tapi apa yang dilakukannya?! Dia pelototi aku seakan aku yang salah. Sejak itu aku benar-benar nggak suka."
Miss Techno bicara dengan penuh perasaan benci.
"Selain itu juga, kalau kak Heni pacaran, nonton berdua di depan TV-aku juga pernah pacaran seh- bener2 nggak peduli sekitar deh. Mana masuk kamar lagi. Bisa dari jam setengah tujuh sampai jam setengah sebelas malam lagi," Mercedes manambahi.
"Ok deh, tapi sorry ya Tante bukannya ngaduin nih, tapi yang suka masukin cowok ke kamar itu bukan cuma aku aja."
"Ya, Miss Indifferent, kamu pernah saya tegur kan?!" kata Emperor langsung padaku.
"Ya, dan sampai sekarang cowok-ku nggak pernah mau masuk kos ini lagi."
"Nah, ada perubahan," kata Miss Emperor.
"Faktor yang membuat perubahan itu salah satunya selain karena Tante udah teriak2, teman kos ini juga ada yang ikut teriak2. Meskipun aku tahu sikapnya terhadap aku nggak adil, tapi aku tahu dia nggak merasa nyaman. Jadi ya udah, cowokku juga nggak mau masuk kos ini lagi."
"Gini deh, mulai awal Maret kamu sudah harus cari kos baru," kata Emperor dengan tenang -tumben2nya tapi justru membuat semua yang duduk di situ kaget....

Hari H plus 1: She has gone. Pagi hari sudah ada mobil pick up parkir dan semua barang Selfish diangkut, tidak tersisa.

Hari H plus 2: email forwad-an nggak penting dari Selfish masuk. Iseng aku bales..

"Sekarang ngekos di mana?"
Plop, read receipt.
"Di Gelong, malah lebih gede dan deket sama kantor dan kos Masku. Sorry ya kalau kemarin sempat membuat nggak nyaman. Kalau merit kasih tahu ya."
"Sama-sama-lah, klo loe merit kasih tahu juga ya."
"Iya, mudah-mudahan nggak lama lagi."

Komentar