Langsung ke konten utama

Postingan

Mati Rasa

Saya masih cekikikan ketika Boss masuk ruangan, "Don't laugh at me, it is not funny." Langsung saya nginyem. Lagipula, siapa yang menertawakan dia? Cukuplah kalau begitu. Besoknya, dia minta saya untuk step back. "Starting from now, Elephant will supervise you. You do a good job but..." Saya tidak mendengar kalimat berikutnya karena tiba-tiba telinga seperti tersumpal sesuatu dan tidak bisa mendengar apa-apa. Anehnya, saya bisa mendengar Elephant teriak-teriak, tanya-tanya, berisik, memecah konsentrasi saya sebelumnya, seperti sebelum step forward . She always does it. Padahal yang ditertawakan itu soal mati rasa. Bahwa hujan lokal di muka sendiri sudah tidak dapat dirasakan oleh semua yang ada di penjara berbentuk kantor itu. If he wants me to step back, I want to step away. I don't care if someone is happy because of it. However I wanna be happy of what I am doing.

Kawin Campur

" Hah? Kawin Campur? Kan' artinya sama saja? Maksudnya apa toh ?" Istilah ini muncul di kalangan umat Katholik untuk menggagas realita banyaknya kaum muda yang berpacaran dengan yang berbeda agama. Yang saya ingat cukup marak di tahun 1980-an, tepatnya di majalah kalangan Katholik. Oke, memang Tuhan menyiapkan seorang yang sepadan bagi tiap orang lainnya, tapi Tuhan tidak menyebutkan harus yang seagama kan? :) Karena itu artinya meniadakan saya dong hehehhe.... Bapak saya muslim dan Ibu saya Katholik. Jodoh itu bukan berarti harus seagama ;) Dan bukan berarti tidak ada kisah sedih di baliknya. Tentu saya cukup melihat dengan iri kalau melihat teman sekeluarga ke Gereja bersama. Seperti saya 'kasihan' dengan Bapak dan adik yang sholat sendirian. Meski toh sembahyang adalah hubungan komunikasi pribadi dengan Tuhan, tapi kalau pergi bareng itu, mungkin, rasanya lain. Pikiran nakal masa kanak-kanak timbul untuk menepis kesedihan itu: yang penting dapat dobel par...

Dik Sud

Bukan nama asli, tapi kerabat di kampung halaman Kanjeng Rama selalu memanggil dengan sebutan itu. Kami anak-anaknya memanggil nama itu karena sayang. Beliau seorang Bapak yang selalu setia mengantar istri dan anak-anaknya ke mana saja ketika masih sehat. Beliau penuh perhatian, "Sampun dahar?" Beliau penuh penerimaan. "Kapan datang ke sini lagi? Belum tentu ya?" Dalam kebertidakdayaannya, harapannya adalah kunjungan anak-anaknya. Warisan nilai yang akan terus saya pegang adalah kerendahan hati, setia, tutur kata yang baik dan halus dan sikap yang penuh perhatian.

Imaji dan Sendiriku

Imaji liar Dia datang tiba-tiba Juga dibenci karena angan ketinggian Tapi pasti karena menghapus getir yang mengakar Agar pudar Coba tegak berdiri Bukan untuk dikasihani Bukan untuk diberi hati Tapi demi sendiri Mengapa takut sendiri? Ku datang dalam kesendirian Pulang pun sendirian Tak mampu lagiku bilang tidak Masih bisa kusenyum meringis Tapi bukan menangis Sudah habis air mataku Imaji berlari di kepalaku Ingin kuhenti tapi dia datang sendiri Pulang sendiri Kadang tak mau pergi Sudah Lelah Lepas Bebas Note: Foto diambil dari sini . Matur nuwun, Mas Ari.

Ulang Tahun

Hari yang membahagiakan. Begitu setiap orang merasakan di hari ulang tahunnya. Kali ini berbeda dengan saya yang ingin memaknai berbeda. Ulang tahun juga mungkin dirayakan dengan salah kaprah oleh sebagian banyak orang. Kelahiran yang merupakah anugrah terbesar di awal kehidupan tiap manusia diberikan dengan cuma-cuma atas kerja sama seorang calon ibu dengan Causa Prima. Tapi banyak orang merayakan dengan mengklaim 100% dirinyalah di hari kelahirannya yang paling berhak merayakannya. Dia lupa harusnya menyalami ibunya atau ibu biologisnya dan berkata, "Hari ini saya merayakan prestasi Ibu yang luar biasa menukar nyawa dengan nyawa."

Saya Sibuk

Seringkali kata "saya sibuk" jadi alasan atau ungkapan singkat yang menutup perdebatan "ingkarnya janji". Sementara kesibukan seseorang adalah ranah privat dalam tiap hidup seseorang yang mungkin tidak bisa ditilik oleh orang luar. Saya tidak bisa membandingkan dengan orang lain apakah saya orang yang paling sibuk di dunia atau siapa yang paling tidak sibuk yang bisa saya limpahkah kerjaan. Kalau 99% orang yang saya kenal bilang 'saya sibuk' lalu apakah saya jadi orang yang paling tidak sibuk dan sedikit pengabaian bisa dimengerti kalau saya menjelaskan kondisi saya dengan sedetil-detilnya? Note: Foto diambil dari sini .

Berjaga-jaga

Kewaspadaan ada dalam sepanjang alur hidup kita. Bagaimana tidak, sejak kecil ketika mulai belajar jalan misalnya, orang tua mengajarkan kita cara menjaga keseimbangan supaya tidak mudah jatuh. Ketika mulai masuk sekolah kita harus mengusahakan untuk tidak datang terlambat ke sekolah. Ketika remaja, kita harus menjaga sikap agar menemukan jati diri . Ketika menikah, seorang istri harus menjaga hati dan pandangan ketika ditinggal suami keluar kota. Bagi saya mawas diri perlu untuk keseimbangan dalam melangkah maju. Mengapa manusia perlu mengusahakan keseimbangan dalam hidupnya? Selain kekuatan yang dimilikinya, setiap manusia juga memerlukan sumber kekuatan dari Allah. Baru-baru ini saya mendengar kabar bahwa suami teman meninggal, yang kondisinya serupa dengan kondisi suami saya saat ini. Saya terkejut sekaligus menyadari bahwa umur orang tidak ada yang tahu. Yang kita bisa lakukan adalah terus berjaga-jaga dalam doa, agar ketika saatnya tiba, sesuatu yang akan membuat kita...