Monday, March 02, 2009

Malena: How Do You Respect A Woman?

Kasihan Malena ( Monica Belucci)..... Perempuan bersuami yang cantik dan sexy ini dijadikan obyek seksual. Ketika suaminya yang tentara berangkat berperang, meski banyak warga kota yang memahami 'rasa sepi' nya, tidak ada yang mau menemani Malena. Malah ia sarat menerima sekaligus: kekaguman, caci maki, pergunjingan, bahkan jadi obyek fantasi seksual anak belasan...

Judul: Malena
Pemain: Monica Belucci, Giuseppe Sulfaro, Luciano Frederico
Mmmm..saya telah membandingkannya: ketika Malena jalan sendiri, semua prasangka dan gunjingan negatif para wanita di kota ditambah pandangan lelaki hidung belang, lekat padanya. Sebaliknya, ketika suaminya kembali dari perang dengan satu lengan, semua orang menaruh hormat padanya.

Latar belakang Perang Dunia II mengikuti alur cerita. Malena diceritakan dalam banyak kondisi: ketika sendirian, ketika kesepian..
Jika seorang pria beristri tidak puas dengan apa yang dia dapatkan di rumah... lalu melampiaskan nafsunya pada wanita lain...pertanyaan saya, mengapa dia tidak menghargai seorang wanita seperti layaknya sesama manusia?

0 comments:

our reality

our reality
what is our reality? searching for understanding...'awareness' needed by people with their juggling time.. they need to evaluate and keep focusing on their own vision and mission of life or they live in vain..theory comes after practice..perhaps there is truth behind each rebellion..

About Me

My Photo
Qoenang-Qoenang
Seorang yang humanis, sosialis, dan perseptif. Memandang gelap terangnya dunia seperti Qoenang-Qoenang yang kadang redup atau bercahaya. Misinya sebagai Jembatan-Buatan membuatnya harus terus dibentuk agar kuat menerima tiap nilai hidup dan membagikannya pada orang lain.
View my complete profile

Cerita Label...

Hidup asalnya dari CAUSA PRIMA, monotheis, sumber segala penyebab... Setelah sekian tahun dididik dengan pedagogi di sektor pendidikan formal, tiba saatnya kita berpikir mandiri dengan cara-cara ANDRAGOGI. Cara belajar yang paling mendasar adalah meniru. Mulai ketika memanggil 'ayah dan ibu'.. manusia tumbuh dewasa dengan cinta tulus lewat PARENTING... Lewat APRESIASI DAN REFERENSI kita memulai proses itu. Ketika anak Hawa ini labil, larut dalam afeksi dan emosi, dapatkan saat saya BERSINAR dan REDUP... Perspektif dan seni menulis dengan segala aspeknya dapat dipahami lewat COPYWRITING. 'Kebenaran'nya digali dengan JURNALISTIK.. Sementara kredibilitas seseorang dilihat dari logical frame of thinking-nya. Silakan kritik saya dalam tiap CORRECT ME IF I AM WRONG . Dalam cerita KELEMAHAN, inilah sisi manusia. GOSIP KANTORAN bercerita tentang suka duka buruh. Dengan belajar MODERNITAS dan TIPS TRIK atasi rutinitas tiap hari, tiap orang punya beda-beda cara. Dalam NARSIS, saya lebih mawas diri. PASTORALIA, adalah portofolio saya saat menulis di buletin rohani, Berita Sepekan, mingguan Paroki SPMR, Jakarta Selatan. PENGHUNI KAMAR SEWA bercerita tentang 4 tahun hidup jadi anak kos. Inspired person yang pernah saya temui dan saya kenal, saya tulis dalam PROFIL... SUARA HATI saya tulis dalam puisi. Hmmmm kata Pramudya menulis itu bekerja untuk keabadian....Selamat membaca...